Oleh Muhzen Den
Puasa Ramadan tinggal hitungan hari. Banyak umat muslim di dunia menanti kedatangan tamu istimewa ini. Bulan penuh berkah dan rahmat, bahkan Allah SWT akan melipatgandakan setiap pahala yang dilakukan umat muslim di bulan suci Ramadan ini.
Oleh karena itu, Sekolah Alam Inaratul Islam yang beralamat di Kampung Pakopen, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, menggunakan kegiatan Tarhib Ramadan, Rabu (27/2/25).

Acara Tarhib Ramadan dimulai dari pukul 10.00 sampai dengan selesai. Kegiatan ini sudah menjadi acara rutin dilakukan pihak sekolah menjelang bulan Ramadan. Mulai dari siswa-siswi kelas TK, SD, dan SMP dibagi dua kelompok, yakni TK, kelas 1, 2, & 3 berkumpul di Aula Nusaibah binti Ka’bah diisi oleh Ustadz Syamil Basayev. Sementara kelas 4, 5, 6, & SMP berkumpul di Masjid AZ Zubair bin Awwam diisi oleh Ustadz Mughni Izan.
“Proses terbentuknya matahari itu berasal dari tetesan api neraka sehingga panasnya melebihi panas api di bumi. Makanya, kalau kita lama-lama berjemur bisa gosong kulitnya. Siapa yang mau masuk surga?” Ajak Ustadz Syamil pada anak-anak kelas TK, 1, 2, & 3 SD saat berkumpul di aula. Anak-anak saling berebut mengacungkan jari.
“Kalau kita mau masuk surga, maka kita harus berpuasa dan melakukan perintah Allah SWT. Apalagi di bulan Ramadan, amalan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya,” ujar Ustadz Syamil dengan cara bercerita. Anak-anak semakin riuh ingin berpuasa saat Ramadan nanti.

Sementara itu, Ustadz Mughni Izan kepada siswa-siswi kelas 4, 5, 6, & SMP menjelaskan tentang puasa dan hal yang merusak puasa. Bahkan, beliau juga mengajak para siswa menyambut bulan Ramadan dengan segenap jiwa dan raga serta semangat beribadah siang dan malam.
“Pahala puasa Ramadan di dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan jumlahnya, tapi amalan puasa pahalanya langsung dari Allah SWT. Makanya, sifatnya rahasia dan tidak ada yang tahu. Namun, untuk amalan-amalan lainnya di dalam Al-Qur’an dan Sunnah dijelaskan jumlah pahala yang akan kita dapatkan,” ujar Ustadz Izan dihadapkan para siswa yang memenuhi masjid.
“Jika kita ingin mendapatkan ridho Allah SWT, caranya mudah. Cukup berbakti kepada kedua orangtua, maka Allah meridhoi. Namun, jika kita membangkang kepada orangtua, maka Allah SWT akan lebih-lebih membalasnya. Karena orangtua adalah perantara dari doa-doa kita yang dikabulkan Allah SWT jika masih punya. Makanya, manfaatkan waktu bersama orangtua dengan berbuat kebaikan dan kebajikan pada mereka,” kata Ustadz Izan.

Sebelumnya, Ustadz Mughni Izan juga merinci beberapa hal yang merusak pahala puasa di bulan Ramadan, yakni:
- Godin bin Muel (berbuka puasa sembunyi-sembunyi sebelum waktunya)
- Berbicara toxic dan kotor
- Berzina
- Tidak menjaga pandangan
- Tidak menjaga pendengaran
- Membangkang kepada orangtua dan guru
- Membicarakan keburukan orang lain (gibah)
- Bermaksiat
- Keluar dari agama Islam (murtad)
- Tidak bisa menahan emosi
Tausyiah dalam rangka Tarhib Ramadan ini berlangsung kurang lebih setengah jam lebih. Setelah acara selesai, para siswa mulai dari TK, SD, dan SMP dikembalikan lagi ke kelas masing-masing untuk ishoma (istirahat, sholat, makan) dan pulang.


