Sarapan Kata 87: Ikut Hati Mati Ikut Rasa Binasa peribahasa yang mengnadung makna bahwa jika kita hanya menuruti hawa nafsu maka aqkan mendapat celaka.
Peribahasa “Ikut hati mati, ikut rasa binasa” mengajarkan bahwa jika seseorang hanya menuruti hawa nafsu atau perasaan tanpa mempertimbangkan akal sehat, maka akibatnya bisa fatal.
Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini bisa diterapkan dalam banyak situasi, misalnya:
- Jika kita terlalu menuruti emosi saat marah, bisa berujung pada tindakan yang disesali.
- Jika seseorang hanya mengikuti kesenangan tanpa berpikir panjang, bisa jatuh dalam kebiasaan buruk atau bahkan kehancuran.
- Dalam pengambilan keputusan, penting untuk mempertimbangkan logika dan moral, bukan hanya perasaan atau keinginan sesaat.

Berikut beberapa contoh nyata yang sesuai dengan peribahasa “Ikut hati mati, ikut rasa binasa”:
- Menghamburkan Uang Tanpa Pikir Panjang
Seorang anak muda baru saja mendapat gaji pertamanya. Karena terlalu senang, ia langsung menghabiskannya untuk membeli barang-barang mewah dan makan di restoran mahal tanpa menyisihkan untuk tabungan. Akibatnya, sebelum akhir bulan, ia kehabisan uang dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. - Marah Tanpa Kendali
Seorang karyawan merasa diperlakukan tidak adil oleh bosnya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengajukan resign dengan emosi. Setelah keluar dari pekerjaan, ia baru menyadari bahwa mencari pekerjaan baru tidak semudah yang dibayangkan, dan kini ia kesulitan keuangan.
Dari contoh-contoh di atas, kita bisa belajar bahwa keputusan yang hanya didasarkan pada emosi dan nafsu tanpa pertimbangan logis dapat membawa kerugian besar.



