Ide Menulis Ditunggu atau Dicari

Jadi ide menulis itu ditunggu atau dicari? Kalau ditunggu akankah ia datang? Kalua dicara apakah ketemu? Jadi sebaiknya bagaimana? Bikin pusing. Cobalah bantu yang sederhana saja caranya.

Begini, ya. Secara sederhana, jika kamu hendak menulis proses pertama yang harus kamu lewati adalah membaca; buku dan bukan buku. Teks dan konteks. Yang tersurat dan tersirat. Ya, membaca saja. Lakukan itu setiap hari seperti kau makan dan minum atau ngopi dan merokok. Isi terus pikiran dan hatimu dengan membaca buku dan melakukan perjalanan (membaca dunia).

Saya melakukannya setiap hari 1 buku. Itu saya lakukan sejak tahun 1975, saat saya kelas 5 SD. Proses membaca dalam arti membiarkan gelas kosong saya terisi itu hingga kuliah, 1981-85. Setelah itu proses membaca saya selesai. Tanpa saya sadari, ide datang sendiri. Maka menulislah saya pada 1987 dalam arti menulis secara profesional hingga sekarang. Sebetulnya saat sekolah (SMA, 1980-82) saya sudah menulis di majalah HAI tapi itu sekadaar hobi saja.

Kegiatan membaca saya kemudian berbeda setelah jadi penulis. Saya membaca jika membutuhkan referensi. Saya membaca ketika ada sesuatu yang menarik atau buku itu best seller. Biasanya sya membaca daftar isi dan kata pengantarnya dulu.

Jadi, jika masih ditanyakan: Ide Menulis Ditunggu atau Dicari? Jawaban saya: datang sendiri.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==