Sarapan Kata 110: Gagak Bersuara Murai

Sarapan Kata 110: Gagak Bersuara Murai adalah peribahasa yang sangat ironis. Ini mengandung arti orang yang berwajah jelek tapi berbudi bahasa baik. Sering juga orang mengingatkan jangan menilai orang dari penampilan phisiknya saja.

Betul sekali, “Gagak bersuara murai” adalah peribahasa yang mengandung ironi yang dalam. Gagak dikenal berwarna hitam dan suaranya serak, sedangkan murai identik dengan burung kecil yang bersuara merdu. Ketika seekor gagak “bersuara murai”, ia mengejutkan karena tampak tidak sepadan dengan ekspektasi visual kita.

Peribahasa ini secara halus mengingatkan kita untuk tidak terjebak pada penilaian lahiriah. Wajah yang tidak menarik bukanlah cerminan dari hati dan pikiran seseorang. Bahkan, bisa jadi seseorang yang secara fisik biasa saja atau kurang menarik justru memiliki kepribadian yang halus, tutur kata yang indah, dan budi pekerti yang luhur.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu “gagak bersuara murai” — orang-orang yang mungkin tidak masuk standar kecantikan atau ketampanan populer, tetapi menggetarkan hati dengan kebaikan dan kecerdasan mereka. Di tengah budaya yang kadang terlalu menyanjung rupa, peribahasa ini seperti tamparan lembut: bahwa yang sejati tak selalu tampak di permukaan.

Tim GoKreaf/ChatGPT

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==