Oleh Muhzen Den
Penghujung bulan Mei dan awal Juni 2025 menjadi puncak serta awal bagi siswa-siswi kelas 9 SMP dan kelas 6 SD di Yayasan Inaratul Islam. Sebab, mereka setelah berjibaku dengan ujian tulis, harus berani tampil mempresentasikan makalahnya dihadapkan para wali murid dan para dewan penguji dalam acara RBL & Sidang Terbuka yang diselenggarakan pada 31 Mei-1 Juni 2025 di Aula Sekolah Alam Inaratul Islam, Pakopen, Karawang.
“RBL dan Sidang Terbuka ini sudah berlangsung hampir 11 tahun sejak Sekolah Alam Inaratul Islam berdiri pada tahun 2011-2012. Kegiatan ini bagian dari syarat kelulusan bagi siswa-siswi di Sekolah Alam Inaratul Islam,” ujar Ibu Ida Sadiah, S.Pd, selaku Direktur Pendidikan Yayasan Inaratul Islam sekaligus kepsek dalam sambutannya.

Menurut Ibu Ida, siswa-siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP diarahkan dan didampingi para guru dalam pembuatan makalah dan penelitian sederhana. Tema makalah dan penelitian diambil berdasarkan kesukaan siswa-siswi sehingga mereka nyaman melakukannya.
“Ujian Sidang Terbuka ini selain sebagai syarat kelulusan, juga mengajarkan mereka tentang bagaimana cara menyampaikan ide-ide kreatifnya dengan tampil di depan banyak orang dan mempresentasikan apa yang mereka buat,” tambah Ibu Ida sambil membuka acara di hari pertama RBL dan Sidang Terbuka, Sabtu (31/05/25).
Pada hari itu, ada 26 siswa-siswi yang akan mempresentasikan makalahnya, yakni 9 siswa-siswi kelas 9 dan 17 siswa-siswi kelas 6. Sementara untuk dewan penguji dari BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) Bapak Ibnu Salman, M.Pd, Bapak Priadi Tri. H, S.Pd, dari SMAN Cikampek 2, dan Ibu Nunung Darawari, M.Pd dari SMK Mutia.


Acara RBL dan Sidang Terbuka berlangsung sekitar pukul 08.30 sampai dengan menjelang Ashar. Para siswa-siswi, baik dari kelas 9 dan kelas 6 menyampaikan materi makalahnya dengan tampil luar biasa. Bahkan, para dewan penguji sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini.
“Saya seperti bukan menyaksikan anak sekolah yang ada di depan ini, tapi para mahasiswa yang mempresentasikan skripsi dan tesisnya. Tema-tema yang anak-anak ini angkat begitu bagus dan membuka wawasan kita akan sesuatu yang ada di sekitar kita. Saya apresiasi dengan presentasi soal briket dan lainnya,” ujar Bapak Ibnu Salman selaku peneliti dari BRIN ini. Sementara dua penguji lainnya pun kagum dengan kegiatan ini.

“Inilah cikal bakal generasi peneliti. Sejak sekolah dasar dan menengah, mereka sudah diajarkan bagaimana cara meneliti dan membuat karya ilmiah, meskipun hanya sederhana tapi brilian,” kata Bapak Priadi Tri yang menggoreskan pulpennya pada makalah siswa-siswi dengan kata-kata positif.
Acara RBL dan Sidang Terbuka berlangsung khidmat. Siswa-siswi kelas 6 dan 9 menyampaikan makalahnya dengan baik. Bahkan, bagi para penguji, tema dan ide yang dipresentasikan siswa-siswi ini sangat menginspirasi dan bisa menjadi peluang ekonomi jika dilanjutkan secara serius.

Pada hari pertama acara RBL dan Sidang Terbuka telah selesai, dan dilanjutkan pada hari esoknya dengan komposisi peserta berbeda dari hari ini. Karenanya, para penguji pun berbeda, yakni Bapak Eko Marwanto, S.Pd, dari SMPN 1 Purwasari, Ibu Dede dari Dinas Pendidikan Kecamatan Purwasari, dan masih bersama Bapak Ibnu Salman, M.Pd. dari BRIN.



