Fiksi Mini: Undangan Karya Syafiq Addarisiy

Saat itu tengah malam dan Dlahap Parto sedang membaca Panggilan dari Alam Kubur ketika pintu rumahnya diketuk. Menaruh batas baca di halaman 102 dan mengepitnya di ketiak kiri, Dlahap Parto bangkit. Ia menggerutu pada siapa pun tamu yang tak tahu waktu itu.

Membuka pintu, Dlahap Parto terperanjat. Di hadapannya berdiri Ilung Kadras, sohibnya ketika kuliah sastra di Yogyakarta dan sembilan tahun lalu hilang seperti ditelan neraka. Tiba-tiba melihatnya, Dlahap Parto kehilangan kata-kata. Ia hanya mengamati Ilung Kadras dari kepala sampai kaki, lalu mengamati wajahnya dengan seksama.

Sama seperti dalam ingatan Dlahap Parto, codet di pipi kiri Ilung Kadras masih yang dulu. Postur tubuhnya juga yang dulu. Segalanya masih mirip seperti yang dulu. Hanya saja, Ilung Kadras tampak pucat seperti mayat. Dan tubuhnya bau seperti bangkai tikus, tajam menyengat. Dlahap Parto mual, tapi tak ia tutup hidungnya demi menjaga perasaan kawannya.

“Kejutan kecil buatmu, Hap,” ucap Ilung Kadras, memecah keheningan.

Dlahap Parto tergeragap, buru-buru berkata, “Ah! Ya. Kamu, Lung. Apa kabar? Nggak ngasih tahu kalau mau ke sini. Masuk, masuk.”

Ilung Kadras diam. Alih-alih, diulurkannya selembar kertas putih di tangan kanannya, membuat Dlahap Parto terdiam.

“Datang, ya, Bung. Acara ini penting sekali untukku. Kau masih paham maksudku, kan?”

Dlahap Parto mengernyitkan dahi, tak mengerti. Tapi, pertemanannya dengan Ilung Kadras membangkitkan ingatan Dlahap Parto tentang apa maksud temannya.

“Oh, iya. Pasti, pasti, Lung. Tanggal berapa?”

“Besok ini, Hap. Kamu harus datang, ya. Harus!”

Dlahap Parto terhenyak, tapi ia berkata juga, “Pasti, Lung, pasti. Sudah hafal cara menjawab kabul ke penghulu, kan?”

Dlahap Parto mencoba mencairkan suasana, tapi Ilung Kadras kembali diam. Tenggorokan Dlahap Parto kering menghadapi sohibnya yang tak seperti dulu dikenalnya itu.

“Aku pamit dulu, Hap. Ingat, harus datang ke acaraku, ya.”

“Y… ya, aku akan datang.” Dlahap Parto terbata, mencerna apa yang terjadi pada sohibnya.

Tersenyum sekali lagi, Ilung Kadras berbalik dan berjalan menuju gerbang. Dlahap Parto kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup melakukan apa-apa, dan hanya memandangi Ilung Kadras yang aneh itu. Kedatangannya yang tiba-tiba, pembawaannya yang lain dari yang dulu diingatnya, ditambah bau busuk yang masih menusuk-nusuk hidungnya membuat Dlahap Parto tercenung sendirian.

Masuk ke dalam rumah, Dlahap Parto membuka undangan Ilung Kadras dan membuatnya seperti disambar petir tengah malam. Tulisan “LELAYU” dan “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” membuat tangannya gemetar. Dadanya kian tergetar tatkala membaca nama Ilung Kadras tercantum sebagai almarhum yang besok dikebumikan tubuhnya. Tengkuk Dlahap Parto meremang.

“Siapa, Mas?”

Suara Tulkina, perempuan yang dulu Ilung Kadras taksir setengah mati sebelum akhirnya Dlahap Parto nikahi, terdengar menggema. Tapi Dlahap Parto tak memiliki daya untuk mengatakan sesuatu. Undangan Ilung Kadras begitu mengguncangkannya. Bau busuk yang datang bersama Ilung Kadras kembali menusuk-nusuk hidungnya.

“Mas?”

Kepala Dlahap Parto pening. Pandangannya berkunang-kunang. Sayup-sayup, Dlahap Parto mendengar suara Tulkina memanggilnya, seperti bisikan dari arah jauh, “Mas? Mas? Kenapa, Mas?”

Segalanya menggelap.

*) Mlangi, 18 Maret 2020-10 Maret 2025

TENTANG PENULIS: Syafiq Addarisiy, Bidang Kurikulum Program Kitab Kuning Komplek Madrasah di PP. Assalafiyyah, Mlangi, dan alumnus Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Senang mendengarkan musik, menonton film, menulis, dan membaca. Aktif di Komunitas Susastra dan Sindikat Muda, Liar, Ngantukan. Beberapa tulisannya tersiar di Koran Tempo, Kompas.id, Suara Merdeka, Bacapetra.co, Basabasi.co, Minggu Pagi, Koran Radar Selatan, Majalah Pewara Dinamika, Buletin Mimesis,dan lain-lain. Dapat dihubungi melalui surel: addarisiy13@gmail.com dan Instagram: @syafiqaddarisiy.

FIKSI MINI: Hadir setiap minggu mulai Juni 2025. Terbit hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==