Fiksi Mini: Tangis di Kelas Bahasa Inggris Karya Halima Maysaroh

Melihat anak-anak SMP berlarian masuk kelas, melambungkan anganku beberapa tahun silam. Aku terpaksa harus putus sekolah di bangku kelas VIII sebab bapak dan ibuku berpisah. Mereka tidak bertanggung jawab atas diriku.

Bapak dengan kehidupan barunya di luar kota, begitu pun ibu. Beruntung ada nenek yang bersedia merawatku. Sayangnya, nenek tidak mampu membiayai sekolahku.

Langkah gontai kaki kasarku menuju kantin sekolah ini. Masih jernih di ingatanku, setelah putus sekolah, aku berjualan di lapak kantin sekolah ini. Pisang yang digoreng nenek menjadi penyambung hidupku kala itu. Sebenarnya aku malu, tapi bersamaan dengan itu, aku juga lapar.

Dulu, sesekali aku mengintip ke kelas untuk mendapatkan pelajaran. Tanpa buku dan pena, aku mencatatnya di ingatan saja. Kelas yang sering aku intip adalah kelas Bahasa Inggris sebab aku memiliki mimpi untuk keluar negeri.

Kuseret kakiku menuju bangunan baru dekat kantin. Kuintip kelas seperti yang kulakukan beberapa tahun silam. Walau bajuku tidak putih bersih seperti siswa-siswi lainnya, aku memberanikan diri untuk masuk dan duduk di bangku paling belakang. Kelas sedang belajar mata pelajaran Bahasa Inggris, mata pelajaran ke sukaanku.

Ingatakanku kembali melambung mengenang kelas yang termasuk bangunan baru ini. Kelas ini dibangun saat aku masih jualan pisang goreng dulu. Salah satu kayu balok kerangka atap jatuh atas keteledoran tukang. Bongkahan kayu itu menjatuhi kepalaku yang memaksaku dilarikan ke rumah sakit.

Pedih dengan sangat kurasa saat mengingat hidupku di sekolah ini. Tiba-tiba buliran-buliran bening mencucur dari sudut mataku. Tak tertahankan rasa pilunya jika teringat kembali. Tanpa disadari, beriringan dengan air mata yang terus bercucuran, isak tangis tak kuasa kutahan. Aku menangis sesenggukan lirih.
“Miss, ada suara orang menangis di belakang!” seru salah satu siswa lelaki.

Siswa lainnya dan guru Bahasa Inggris menajamkan pendengarnya. Setelah itu mereka berteriak histeris.
Serentak seisi kelas berlarian keluar kelas.

“Ada hantu nangis di kelas!” seru mereka sambil gemetaran.

oOo

Tentang Penulis

Halima Maysaroh adalah guru Bahasa Inggris dan penulis dari Pulau Buru, Maluku. Selain menerbitkan beberapa buku fiksi dan non fiksi, Penulis juga mengelola blog di https://www.kompasiana.com/hamaysmenulis. Jejak menulisnya dapat diikuti melalui akun Instagram @hamays_official.

FIKSI MINI hadir setiap minggu mulai Juni 2025. Terbit hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==