Fiksi Mini: Mata di Balik Pintu Karya Malwar Datul Aliya

Jam sudah menunjukkan jam dua belas malam. Aku masih menatap layar ponsel dengan tawa kecil yang tertahan. Meme-meme receh di media sosial bisa jadi lebih menghibur daripada semua hal di dunia nyata. Sangat menyenangkan! Di luar hujan, suara rintiknya menghantam genteng membuat suasana malam menenangkan.

Tiba-tiba, sebuah suara menyela ketenangan, cetak… cetak… cetak…

Langkah kaki.

Suara itu datang entah dari mana, tapi aku tahu betul—itu bukan suara hujan. Langkah seseorang. Berat, lambat, teredam air. Aku spontan mematikan lampu kamar dan menutup pintu kamarku. Dadaku berdetak kencang. Sangat kencang. Keringat dingin mengalir di pelipis. Aku teringat sesuatu—tentang kejadian beberapa tahun lalu. Saat kamar ini masih ditempati bibi. Ada seseorang yang masuk diam-diam. Saat keheningan malam, listrik rumah dimatikannya. Pintu rumah dibobolnya, hingga kuncinya rusak. Katanya, orang itu sempat berbuat tak senonoh, memegang pahanya saat ia setengah sadar.

Apa itu terjadi lagi malam ini?

Dan boleh jadi kali ini aku korbannya! Aku menutup selimutku erat-erat, menutupi seluruh tubuh. Tanganku meraba laci kecil di samping tempat tidur, mencari pisau buah yang biasa digunakan Mama untuk mengupas apel. Kupegang erat-erat, seolah bisa jadi pelindung.

Suara di luar kamar makin terdengar jelas. Langkah kaki menyusuri ruang tengah… lalu bunyi seperti sesuatu diseret, atau dijatuhkan pelan di dapur. Ada suara gelas? Sendok?

Aku menahan napas. Mataku mulai bermain-main dengan bayangan. Aku merasa ada yang berdiri di balik pintu kamar. Diam. Mematung. Tapi ada. Aku bahkan bisa membayangkan… sepasang mata hitam legam yang menatapku dari celah pintu. Menunggu.

Jantungku seperti akan copot. Aku ingin teriak, tapi takut ketahuan. Aku hanya bisa berdoa dalam hati, berjuta kali. Langkah kaki itu kembali mendekat. Lalu… pintu kamar terbuka perlahan. Derit kecilnya membuat bulu kudukku berdiri. Tuhan, lindungi hambamu ini.

“Sayang,” suara Mama membuyarkan semuanya. “Ayo bangun, ini udah jam tiga. Tahajud yuk.”

“Mama!?” aku terjaga, keluar dari kamarku. Rumah masih gelap. Persis seperti suasana saat kejadian beberapa tahun lalu.  Aku langsung bergegas memeriksa pintu-pintu rumah. Apakah masih terkunci aman, ataukah sudah dibobol. Mamaku kebingungan dengan sikapku. Dan ternyata, semuanya masih terkunci aman. “Ma! tadi Mama denger suara sesuatu dari dapur gak? Jangan-jangan ada maling…”

“Oh, itu tadi Mama ambil minum,” jawabnya ringan. “Hujannya gede, listrik mati tadi, Mama gak nyalain lilin.”

Tapi rasa khawatir masih menyelimutiku. “Tadi aku denger langkah kaki… ada yang kayak ngintip dari balik pintu…”

Mama menghela napas. “Kamu tadi mimpi kali. Gak ada apa-apa kok.” Aku menarik napas dalam-dalam. Merasa lega. Syukurlah semua itu hanya mimpi. Kurasa aku ketiduran, dan rasa khawatirku terbawa mimpi. Terasa nyata. Mungkin kecemasanku terlalu jauh masuk ke alam bawah sadar. Mungkin semuanya hanya—

Srek!

Seseorang muncul dari balik gelap, mengacungkan pisau ke leher Mama. Aku membeku.“Jangan bergerak. Di mana kau simpan barang berhargamu?”

oOo

TENTANG PENULIS: Malwar Datul Aliya. Penulis pemula yang karyanya terpublish dalam buku antologi cerpen bersama berjudul “Titik luhur”, “Tapak pena si merah”, kumpulan cerita anak “Nastar yang sombong dan manco yang bijak”, dan “Bara Ingin Bekerja.

FIKSI MINI hadir setiap minggu mulai Juni 2025. Terbit hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis. Jika ingin melihat fiksi mini yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==