CIG Sukses Menggelar Festival Musik Etnik Lamaholot

Oleh Zaeni Boli

Bertempat di Asam Satu, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, CIG sebagai sebuah komunitas menggelar sebuah festival yang diberi nama Festival Musik Etnik Lamaholot pada 4 Desember 2025. Paul Goran sebagai Ketua CIG juga merupakan seorang seniman yang aktif dan banyak menghasilkan karya-karya digital. Di antara dokumentasi, musik tradisi, dan musik modern, sudah banyak karya yang dimiliki; menurut pengakuannya, ada sekitar 1.000 karya lebih telah dihasilkan.

Lewat dedikasinya bersama komunitasnya, Paul Goran dan CIG menggelar serta mempersembahkan sebuah festival untuk mengangkat musik etnik menjadi salah satu daya tarik pariwisata Flores Timur. Didukung oleh Balai Pelestarian Budaya Nusa Tenggara Timur dan juga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, CIG menggelar Festival Musik Etnik Lamaholot di Pantai Asam Satu Weri dengan menampilkan beberapa penampil, di antaranya Sanggar Vinsensia, Sanggar Flamboyan Sombaraja, Sanggar Salam Lamahala, Rumpu Rampe Akustik, Gambus Kopi, dan lain-lain.

Festival Musik Etnik Lamaholot ini juga dimaksudkan untuk menjadi jembatan antara musisi musik etnik dengan pendengarnya, khususnya kalangan remaja yang hampir tak lagi mengenal Musik Etnik Lamaholot. Seperti yang disampaikan salah satu penonton, Lecan Goran, bahwa beliau baru pertama kali menyaksikan festival serta musik semacam ini.

Agenda festival ini juga turut dihadiri pejabat publik dari kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Daerah Flores Timur. Dalam hal ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur serta tim verifikasi Balai Pelestarian Budaya Nusa Tenggara Timur juga turut hadir.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==