Puisi Esai Gen Z: Di Ruang yang Katanya Aman Berujung Kepedihan Karya Silfian Aji Nugraha

Kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi sorotan publik. Polresta Yogyakarta saat ini sedang mendalami keterlibatan berbagai pihak dan berkoordinasi dengan LPSK untuk melindungi saksi serta pelapor dari potensi ancaman, apalagi saksi yang merupakan mantan pengasuh punya peran penting dalam mengungkap kejadian ini.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai bergerak dengan menyiapkan regulasi baru terkait pengawasan daycare agar kejadian serupa tidak terulang. Dari kasus ini terungkap bahwa puluhan anak diduga mengalami kekerasan fisik dan trauma psikologis, sehingga jadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan anak dan pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak.

Link berita:

https://www.metrotvnews.com/read/N0BC1Dpp-polresta-yogyakarta-koordinasi-dengan-lpsk-lindungi-saksi-kasus-kekerasan-daycare-little-aresha

https://tirto.id/sultan-hb-x-bakal-teken-ingub-daycare-imbas-kasus-little-aresha-hvnU

Dinding berselimut warna-warna pastel 
Bersumpah saling menggenggam dan merangkul 
Tak ada yang sadar ribuan bekas luka yang terpatri abadi
Dari kejauhan 
Aku memandang
Jutaan lubang paku pada dinding
Ratusan semburat kuas lukisan pelangi digantung seperti janji
Netra ratusan orang tua berharap anaknya berbahagia setiap hari 
Namun nyatanya sang mentari berubah sunyi.

“Dhuk…” suara pintu tertutup rapat
Suara tangis menjalar memenuhi ruangan
Berharap sepasang telinga menanggapi bahasa yang tak mudah untuk diterjemahkan
Ayunan tak nyaman nampak dari tangan kecil yang diikat dengan simpul keserakahan 
Apa malaikat kecil itu hanya diikat dengan tali?
“Tentu saja tidak,” jawabku dengan sendu
Malaikat kecil itu
Diikat oleh ketidakpedulian kejam oleh oknum makhluk dewasa yang biadab

Tubuh mungil itu seharusnya dipeluk
Tubuh mungil itu seharusnya didekap 
Kenapa malah disekap?
Tubuh mungil itu seharusnya dicintai 
Tubuh mungil itu seharusnya disayangi 
Kenapa malah disiksa dalam sunyi?

Malaikat kecil itu
Harusnya belum mengenal kata “kekerasan”
Hari ini oknum makhluk dewasa yang biadab mulai beraksi 
“Kenapa rasa sakit ini berkunjung saat orang dewasa bilang ini tempat yang aman?” Tanya malaikat kecil dengan lirih 
Ternyata sang ironi itu berdiri kokoh
Laksana gedung yang kokoh di luar, tetapi keropos di dalamnya

Kenapa dengan dunia? Dunia tetap berisik seperti biasanya 
Notifikasi gawai bergetar dan memberontak dengan hebat
“ting… ting…ting…” 1.000 notifikasi mencoba menerobos gawai 
Muncul 99 luka yang tak pernah mampu difilter
Netizen +62 mulai bergejolak 
Seorang ibu menunggu di rumah berpikir malaikat kecilnya saat ini sedang belajar menyebut warna
Nyatanya yang dipelajari hari itu adalah rasa takut 
Netizen +62 mulai bergejolak 
Seorang ibu menunggu di rumah untuk menyiapkan makan penuh cinta
Nyatanya di tempat lain cinta itu telah terkoyak oleh tangan yang tak berperasaan

Tepat hari ini
Kebenaran baru tampil 
Hati jutaan ibu di Indonesia perih
Kebenaran tampil bagaikan badai 
Menggandeng cerita yang tak ingin didengar, namun harus diakui: bahwasannya dunia tak selalu aman bagi yang paling kecil
Langit ikut menangis
Mengutus ribuan bulir-bulir hujan yang jatuh menyerbu hati dan raga yang tersakiti 
Tega kah kalian. Apa tetap ingin menutup mata seolah tak tahu?
Malaikat kecil itu benar-benar ingin bertanya:
“Di mana orang dewasa saat kami membutuhkan?”
???
??
?

Penulis:

Aku Silfian Aji Nugraha, seorang guru olahraga SD. Aku percaya, olahraga bukan sekadar gerak, tapi cara membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah. Dengan cara mengajar yang santai dan menyenangkan, aku ingin anak-anak tumbuh sehat, percaya diri, dan bahagia.

PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen z ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Z. Ada honorarium Rp300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==