Oleh Kiki Pebrianto – Relawan Rumah Dunia
Aku duduk di pendopo sambil membayangkan bahwa suatu saat nanti aku juga bisa menulis karya yang diterbitkan seperti novel. Karena ingin mulai mengenal dunia kepenulisan, aku bertanya kepada Bang Naufal mengenai buku yang layak dibaca. Ia kemudian merekomendasikan novel Surat dari Bapak karya Gol A Gong. Rasa penasaran membuatku segera membaca novel tersebut hingga selesai.
Novel ini menceritakan kehidupan Farhan yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah ayahnya terbukti melakukan korupsi. Akibat perbuatan ayahnya, Farhan tidak hanya kehilangan sosok yang selama ini ia banggakan, tetapi juga harus menerima berbagai cibiran dan hinaan dari masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Farhan berusaha bangkit dan melanjutkan hidupnya.
Menurutku, bagian yang paling menarik dari novel ini bukan sekadar cerita tentang korupsi, melainkan bagaimana seseorang harus menghadapi konsekuensi dari sebuah kesalahan yang bahkan tidak ia lakukan sendiri.

Farhan menjadi korban dari tindakan ayahnya, tetapi ia tetap berusaha tegar dan tidak menyerah pada keadaan. Bagian ini membuatku berpikir bahwa dalam hidup, terkadang kita harus menghadapi masalah yang datang bukan karena kesalahan kita. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya.
Selain itu, novel ini juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kejujuran dan amanah. Akbar, sebagai kepala sekolah, memilih jalan yang salah dengan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dari sini aku menyadari bahwa jabatan dan kekuasaan seharusnya digunakan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang, bukan untuk kepentingan pribadi. Sekali seseorang mengkhianati amanah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Hal lain yang membuatku terkesan adalah kehadiran Fatimah dalam kehidupan Farhan. Ia hadir sebagai sosok yang memberikan dukungan dan semangat ketika Farhan berada di titik terendah. Menurutku, tokoh Fatimah menunjukkan bahwa lingkungan dan orang-orang terdekat memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menghadapi masalah. Dukungan yang tulus sering kali menjadi kekuatan bagi seseorang untuk bangkit kembali.

Pesan dakwah yang paling kuat dalam novel ini adalah tentang pentingnya menjauhi segala bentuk perbuatan yang batil, terutama korupsi. Sebagaimana firman Allah Swt.:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil….”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Ayat tersebut sangat relevan dengan isi cerita karena menggambarkan akibat buruk dari memperoleh harta dengan cara yang tidak benar. Pada akhirnya, perbuatan tersebut hanya membawa kerugian dan penderitaan.

Sebagai penutup, menurutku Surat dari Bapak bukan hanya sebuah novel tentang konflik keluarga, tetapi juga sebuah pengingat tentang pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup.
Novel ini membuatku belajar bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan bahwa seseorang tetap bisa bangkit meskipun berada dalam situasi yang sulit. Karena itulah, novel ini layak dibaca oleh generasi muda sebagai bahan refleksi agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab.


RAK BUKU adalah resensi buku tayang 2 minggu sekali. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 1000 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku


