Oleh Adam Choili
SERANG – Siswa-siswi dari berbagai sekolah menengah atas mengikuti kegiatan Broadcasting Camp 2026 di Aston Serang Hotel & Convention Center, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi anak muda untuk mengenal dunia penyiaran, media sosial, dan industri kreatif.
Broadcasting Camp 2026 diselenggarakan atas kolaborasi Pusat Budaya Banten, G2 Studio, dan Aston Serang. Kegiatan ini berlangsung pada 1–4 Juli 2026 dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari presenter, host podcast, penulis, konten kreator, kameramen, editor, hingga praktisi jurnalistik.
Penggagas kegiatan, Maulana Wahid Fauzi, mengatakan Broadcasting Camp lahir dari kebutuhan untuk menyiapkan anak-anak muda yang memiliki kemampuan dalam bidang dokumentasi, publikasi, dan penyiaran. Menurutnya, pelestarian seni budaya juga membutuhkan peran broadcaster yang andal.
“Broadcasting Camp ini saya buat dalam kaitannya ada Pusat Budaya Banten di Aston Serang. Saya sebagai pelaku seni dan pelaku jurnalistik diminta atau ditantang untuk membuat program-program kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya dan literasi,” ujar Maulana Wahid Fauzi.

Ia menjelaskan, seni budaya tidak hanya membutuhkan pelaku seni, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang mampu mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan dengan baik.
“Seni budaya tentu membutuhkan juga, selain pelaku seni, dalam perlestariannya juga membutuhkan dokumentasi, membutuhkan publikasi, dan itu hanya bisa dilakukan oleh broadcaster-broadcaster andal. Ini adalah cikal bakal dari broadcaster di Kota Serang dan Provinsi Banten,” ucapnya.
Salah satu narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Gol A Gong, Duta Baca Indonesia 2021–2026. Pada hari kedua Broadcasting Camp 2026, Gol A Gong membawakan materi tentang pentingnya menguasai media sosial agar anak muda tidak justru dikendalikan oleh media sosial.
Dalam penjelasannya, Gol A Gong mencontohkan sejumlah tokoh dunia seperti Jules Verne, Thomas Edison, Albert Einstein, hingga Jack Ma. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mereka lahir dari keberanian berimajinasi, kegigihan belajar, dan sikap pantang menyerah menghadapi kegagalan.
Gol A Gong juga mengutip pandangan Albert Einstein bahwa ilmu pengetahuan memiliki batas, sedangkan imajinasi tidak terbatas. Menurutnya, imajinasi menjadi bekal penting bagi anak muda yang ingin menciptakan karya, termasuk dalam dunia broadcasting dan konten kreatif.

Selain menekankan pentingnya imajinasi, Gol A Gong mengingatkan peserta agar bijak menggunakan HP dan media sosial. Ia mengajak peserta untuk tidak menjadi “budak” media sosial, serta lebih kritis dalam menerima dan membagikan informasi.
“Di era sekarang, jangan mau diperbudak oleh medsos, tapi kamu harus menguasai medsos,” ujar Gol A Gong.
Menurut Gol A Gong, anak muda perlu membiasakan diri menyaring informasi sebelum membagikannya. Peserta juga diajak untuk memastikan informasi berasal dari media atau sumber yang terpercaya agar tidak mudah terjebak hoaks.
Gol A Gong juga mendorong peserta untuk berani menciptakan karya. Ia memberikan motivasi bahwa apa yang ia capai hari ini tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, kebiasaan membaca buku, dan kemauan untuk terus belajar.
Maulana Wahid Fauzi menilai kehadiran para narasumber dalam Broadcasting Camp 2026 diharapkan bisa memberikan ilmu sekaligus inspirasi bagi peserta. Ia sengaja menghadirkan pemateri yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.
“Ruang lingkupnya ini menyeluruh sekali. Karena itu, saya mengundang para narasumber yang sudah betul-betul pakar, sudah jadi, dan bisa berbagi ilmu serta inspiratif, seperti Duta Baca Indonesia ini,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal lahirnya broadcaster muda di Kota Serang dan Provinsi Banten.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya broadcaster di Kota Serang dan Provinsi Banten,” ucap Maulana Wahid Fauzi.
Di akhir kegiatan, Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia dilepas oleh peserta dan panitia untuk melanjutkan perjalanan Safari Literasi Jawa 2026 ke daerah berikutnya.


