Oleh Naufal Nabilludin
SERANG – Duta Baca Indonesia Gol A Gong mengajak peserta Broadcasting Camp 2026 unuk menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, anak muda perlu memiliki keterampilan mengelola media sosial, bukan justru hanyut dan dikendalikan oleh arus informasi yang beredar di dalamnya.
Hal itu disampaikan Gol A Gong saat menjadi salah satu pemateri dalam Broadcasting Camp 2026 di Aston Serang Hotel & Convention Center, Kamis (2/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gol A Gong membawakan materi bertajuk “Kuasai Medsos, Jangan Malah Dikuasai!”.

“Di era sekarang, jangan mau diperbudak oleh medsos, tapi kamu harus menguasai medsos,” ujar Gol A Gong di hadapan para peserta.
Melalui materinya, Gol A Gong menekankan bahwa media sosial tidak cukup hanya dipakai untuk hiburan. Bagi anak muda yang ingin menekuni dunia broadcasting, media sosial juga dapat menjadi ruang belajar, berkarya, membangun jejaring, sekaligus menyampaikan gagasan yang bermanfaat.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan teknis dalam membuat konten perlu diimbangi dengan sikap kritis. Peserta diajak untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar, membiasakan diri menyaring kabar sebelum membagikannya, serta memastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Selain berbicara tentang media sosial, Gol A Gong juga mendorong peserta agar berani berimajinasi dan menciptakan karya. Ia mencontohkan sejumlah tokoh dunia seperti Jules Verne, Thomas Edison, Albert Einstein, hingga Jack Ma sebagai sosok yang tumbuh karena keberanian berpikir, belajar, dan tidak menyerah menghadapi kegagalan.

Menurut Gol A Gong, imajinasi menjadi modal penting bagi anak muda, termasuk mereka yang ingin masuk ke dunia penyiaran, konten kreatif, maupun industri kreatif. Kemampuan berbicara, tampil di depan kamera, membuat video, atau menjadi host perlu ditopang oleh wawasan dan keberanian untuk terus belajar.
“Kata Albert Einstein, ilmu pengetahuan itu terbatas, tetapi imajinasi tidak terbatas. Karena itu, anak muda harus berani berimajinasi, berani bermimpi, dan berani menciptakan sesuatu,” ujar Gol A Gong.
Setelah melihat antusiasme peserta, Gol A Gong menilai Banten, khususnya Kota Serang, membutuhkan ruang kreatif yang mampu menampung dan mengembangkan potensi anak muda.

“Di Banten atau Kota Serang khususnya, belum ada semacam creative hub. Creative hub itu penting sekali. Bagaimana anak-anak muda berbakat dikumpulkan, diberikan harapan, diberikan wawasan bahwa di masa depan keterampilan atau hobi yang mereka miliki bisa menjadi solusi hidup,” ucapnya.
Ia menambahkan, masa depan anak muda tidak hanya ditentukan oleh bidang-bidang yang bersifat eksak. Keterampilan non-eksak seperti berbicara, menulis, membuat konten, membangun jejaring, dan mengolah kreativitas juga dapat menjadi bekal penting untuk kehidupan.

Broadcasting Camp 2026 merupakan kegiatan hasil kolaborasi Pusat Budaya Banten, G2 Studio, dan Aston Serang. Kegiatan ini berlangsung pada 1–4 Juli 2026 dengan menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang, mulai dari presenter, host podcast, penulis naskah film, konten kreator, kameramen, editor, hingga praktisi jurnalistik. Gol A Gong dijadwalkan mengisi materi pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 16.30–17.20 WIB.
Kegiatan ini juga menjadi agenda pertama Safari Literasi Jawa 2026. Di akhir sesi, Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia dilepas oleh peserta dan panitia untuk melanjutkan perjalanan literasi ke daerah berikutnya.


