Belajar Bertahan dari Gol A Gong dalam I Am a Survivor

Oleh Kiki Pebrianto – Relawan Rumah Dunia

Buku I Am a Survivor karya Gol A Gong merupakan memoar inspiratif yang mengisahkan perjuangan hidup, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Melalui buku ini, Gol A Gong mengajak pembaca memahami bahwa harapan akan selalu ada selama seseorang memilih untuk terus bangkit.

Salah satu ujian berat yang diceritakan adalah saat beliau menderita fistula ani, yaitu kondisi terbentuknya saluran abnormal yang menghubungkan bagian dalam anus dengan kulit di sekitarnya akibat infeksi atau abses. Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri yang hebat, keluarnya nanah, dan umumnya memerlukan tindakan operasi untuk proses penyembuhannya.

Meski harus berjuang melawan rasa sakit, Gol A Gong tidak menjadikan penyakitnya sebagai alasan untuk berhenti berkarya. Justru di tengah keterbatasan fisik, ia terus memaksakan diri untuk menulis, menuangkan gagasan, dan menghasilkan berbagai karya. Baginya, menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara untuk tetap hidup dan memberi makna bagi banyak orang.

Di balik perjuangan tersebut, sosok sang istri, Tias, memiliki peran yang sangat besar. Tias selalu setia mendampingi, merawat, serta memberikan dukungan tanpa henti selama Gol A Gong menjalani masa-masa sulit. Ketulusan, kesabaran, dan tanggung jawabnya begitu menyentuh, hingga Gol A Gong mendedikasikan sebuah bab berjudul “Tias Tangan Kiriku” sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran istrinya dalam setiap perjuangan hidupnya.

Buku ini juga mengisahkan perjalanan Gol A Gong ketika berusia 22 tahun. Dengan tekad besar untuk menjadi seorang penulis, ia menyusuri berbagai daerah di Indonesia. Dari setiap perjalanan, ia memperoleh pengalaman, pelajaran hidup, tantangan, dan kebahagiaan yang kemudian ia abadikan dalam buku catatan hariannya. Pengalaman-pengalaman itulah yang menjadi bekal berharga dalam perjalanan kepenulisannya.

Tidak hanya dikenal sebagai penulis, Gol A Gong juga merupakan seorang atlet bulu tangkis berlengan satu yang berhasil mengalahkan banyak lawan yang memiliki kondisi fisik lebih sempurna. Berkat kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, ia berhasil meraih gelar juara di tingkat Asia. Prestasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai impian.

Sebagai pembaca, saya merasa sangat kagum terhadap sosok Gol A Gong. Perjuangan, keteguhan hati, dan semangatnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Buku ini dipenuhi kisah-kisah yang memotivasi pembaca untuk terus berjuang, berkarya, dan percaya bahwa setiap kesulitan dapat dihadapi dengan keberanian, ketekunan, serta harapan.

Secara keseluruhan, I Am a Survivor bukan hanya sebuah memoar, tetapi juga pengingat bahwa manusia mampu bertahan dan bangkit dari berbagai cobaan hidup. Buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja, terutama mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit atau membutuhkan motivasi untuk kembali melangkah.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==