KABUPATEN TANGERANG — Upaya mendekatkan akses bahan bacaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Tangerang, Andri Gunawan. Salah satunya melalui inisiasi perpustakaan mini “Pos Baca Relima” yang diluncurkan di SDN Rancalabuh 2, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (4/9/2026).
Kehadiran Pos Baca Relima di SDN Rancalabuh 2 disambut antusias oleh kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa yang sejak lama membutuhkan fasilitas baca, karena kondisi perpustakaan SDN Rancalabuh 2 sudah rusak parah sejak tahun 2021. Hingga kini perpustakaan terus diusulkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan dari Pemerintah.
“Alhamdulillah, adanya program Pos Baca Relima ini menjadi solusi kreatif bagi sekolah kami. Anak-anak yang kesulitan akses sekarang riang gembira membaca buku. Semoga perpustakaan di sekolah kami segera mendapatkan bantuan pembangunanya,” ungkap Dede, guru SDN Rancalabuh 2.
Program Pos Baca ini bukan cuma menyediakan fasilitas baca tetapi akan dilakukan pendampingan secara berkala, agar anak-anak semakin gemar membaca dengan berbagai cara yang menyenangkan. Pendampingan dilakukan kepada guru, pengelola, dan masyarakat.
“Selain itu buku-buku juga akan disirkulasi. Dan ragam aktivitas literasi lainnya seperti membaca nyaring, membaca puisi, mengulas buku dan sebagainya,” Kata Andri, saat diwawancara setelah memberikan contoh praktik baik pemanfaatan buku kepada guru dan siswa dengan Membaca Nyaring.
Pos Baca Relima dikembangkan dengan konsep perpustakaan mini yang fleksibel, efisien, efektif, dan mudah direplikasi. Dengan melibatkan partisipasi aktif dan kolabirasi masyarakat konsep tersebut sangat memungkinkan ruang baca hadir di berbagai tempat yang dekat dengan aktivitas masyarakat, seperti lingkungan keluarga, posyandu, balai warga, sekolah, ruang komunitas maupun ruang publik lainnya.

Andri mengatakan, Pos Baca Relima merupakan bagian dari ikhtiar Relima Lokus Kabupaten Tangerang untuk menguatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat. Dengan adanya Pos Baca Relima buku semakin dekat dengan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pos Baca Relima dapat dikolaborasikan dengan pengembangan layanan yang dapat menjangkau dan hadir di tempat masyarakat berkegiatan, seperti posyandu, poskamling, majlis taklim, sekolah, terutama di ruang-ruang yang menjadi tempat masyarakat belajar dan berkegiatan.
Andri berharap Pos Baca Relima dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak nyata terhadap budaya baca masyarakat. Maka partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Melalui Pos Baca Relima ini semoga dapat meningkatkan kolaborasi dalam peningkatan dan pengembangan Pos Baca di masyarakat.
Menurut Andri, penguatan budaya baca membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pegiat literasi, guru, orang tua, masyarakat, organisasi masyarakat, pemerintah, dan semua pihak dapat turut serta mengembangkan Pos Baca Relima ini.
“Pos Baca Relima ini kami harapkan bukan hanya menjadi tempat memperluas akses buku. Lebih dari itu, harus menjadi ruang kesadaran kolektif, kepedulian, dan ruang gotong royong masyarakat dalam memartabatkan bangsa,” ujarnya.
Selain meresmikan Pos Baca Relima di SDN Rancalabuh 2, pada hari yang sama, Andri juga membuka Pos Baca Relima di pusat rekreasi masyarakat Kemiri Park, yang berada di area perkantoran Kecamatan Kemiri. Kehadiranya disambut antusias oleh pemerintah kecamatan kemiri dan masyarakat yang sedang berwisata.
“Alhamdulillah, dengan adanya Pos Baca Relima, selain berwisata disini, saya juga bisa membacakan buku-buku cerita kepada anak-anak,” ungkap, pengunjung Kemiri Park, Muntarsih.
Pos Baca Relima juga sbelumnya sudah hadir di pusat kegiatan masyarakat-
Ruang Belajar Tina (RBT) di Kp. Pala Tegal, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Hadirnya Pos Baca Relima, disambut riang gembira oleh pengelola, orang tua, dan anak-anak yang selama berharap ada fasilitas baca untuk mendukung aktivitas belajar serta menguatkan budaya baca di masyarakat.
Bagi mereka, kehadiran perpustakaan Pos Baca Relima ini bukan sekadar kehadiran buku, tetapi juga mendapatkan kesempatan pendampingan kegiatan literasi dari Relima seperti mengelola perpustakaan, kegiatan membaca nyaring, mengulas buku, dan kegiatan baca diskusi aksi yang semakin memperluas wawasan dan pengetahuan tentang banyaknya kegiatan yang dapat diaplikasikan di perpustakaan.
Pengelola Ruang Belajar Tina, Sartinah, mengaku terharu dan bahagia atas hadirnya Pos Baca Relima. Ia mengatakan, keberadaan perpustakaan mini tersebut merupakan salah satu harapan yang selama ini ingin diwujudkan di tempat bimbingan belajar yang dikelolanya.
“Saya sangat terharu karena mendapatkan kesempatan menjadi salah satu titik Pos Baca Relima. Ini adalah sesuatu yang selama ini saya harapkan dan impikan,” ujar Sartinah.
Menurutnya, kehadiran buku di kampungnya akan memberikan manfaat dan dampak yang besar bagi generasi penerus bangsa. Mereka tidak perlu jauh-jauh mencari tempat untuk membaca karena bahan bacaan kini tersedia lebih dekat dengan tempat mereka belajar dan beraktivitas.
Andri Gunawan mengatakan, Pos Baca Relima merupakan bagian dari ikhtiar Relima Lokus Kabupaten Tangerang untuk menguatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.

“Buku semakin dekat, memikat, dan bermanfaat. Kami ingin buku tidak hanya tertata rapih di ruangan, tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal dengan kolaborasi dan pengembangan layanan yang dapat menjangkau dan hadir di tempat masyarakat berkegiatan, seperti posyandu, poskamling, majlis taklim, sekolah, terutama di ruang-ruang yang menjadi tempat masyarakat belajar dan berkegiatan,” kata Andri.
Dengan hadirnya Pos Baca Relima, diharapkan semakin meningkatkan partisipasi publik dalam memudahkan akses masyarakat terhadap sumber ilmu pengetahuan, belajar keterampilan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


