Connect the Dots: Setiap Tindakan Terdapat Pelajaran

Oleh: Khoiru Roja — Relawan Rumah Dunia

Saat mataku tertuju pada satu buku berjudul Connect the Dots: Rahasia Tersembunyi Mencapai Sukses karya Helmy Yahya, saya langsung tertarik membacanya. Buku ini menceritakan berbagai peristiwa yang sudah dialami Helmy Yahya dalam kehidupannya, mulai dari pengalaman belajar, persaingan, kegagalan, hingga kesuksesan.

Buku nonfiksi Connect the Dots menjadi teman sehari-hari saya untuk memperdalam pengetahuan, pelajaran, dan makna hidup.

Buku yang berjumlah 204 halaman ini membuat saya belajar bahwa melatih kedisiplinan sejak dini menjadikan seseorang terbiasa ketika dewasa.

Buku yang terbit pada September 2022 oleh Yahya & Yahya ini juga menggambarkan kehidupan dua saudara yang sama-sama bersaing dalam dunia pendidikan. Sosok tersebut adalah Tantowi Yahya dan Helmy Yahya.

Cerita dalam buku ini sangat layak dijadikan pelajaran bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan didikan orang tua yang baik, terutama dengan membiasakan anak belajar sejak dini, seseorang dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan bisa mengubah kehidupan keluarganya.

Membaca kisah Helmy Yahya yang tumbuh dengan kondisi ekonomi pas-pasan membuat saya merasa lebih bersyukur. Kisahnya mengingatkan saya bahwa tidak semua orang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menariknya, di setiap akhir bab terdapat “Pelajaran Berharga” yang merangkum cerita sehingga pembaca awam mudah mengambil intisarinya.

Ada satu catatan dari Steve Jobs yang dicantumkan dalam buku ini, “Stay hungry. Stay foolish.” Tetap merasa lapar, tetap merasa bodoh. Jadilah seseorang yang merasa kurang dalam hal apa pun sehingga punya keinginan untuk memenuhinya.

Hal yang menarik dalam buku ini adalah cerita Helmy dan kakaknya. Sejak berusia enam tahun, mereka diwajibkan orang tuanya mengikuti les bahasa Inggris di dekat rumahnya di Palembang. Mereka harus berjalan kaki sekitar delapan kilometer dari rumah. Di usia yang masih kecil, mereka sudah harus belajar bahasa asing.

Hal itu berawal dari pengalaman bapaknya ketika bekerja di Singapura. Saat itu, bapaknya ingin mencoba menolong orang yang sedang kemalingan. Akan tetapi, orang tersebut menggunakan bahasa Inggris. Karena kemampuan bahasa Inggrisnya minim, ia hanya bisa berdiam diri. Dari kejadian tersebut, orang tua Helmy berazam agar anak-anaknya bisa berbahasa Inggris.

Setelah membaca buku ini, saya mengerti bahwa persaingan dapat meningkatkan gairah seseorang agar lebih giat dalam mencapai kesuksesan.

Melalui buku ini, saya juga belajar bahwa masa depan ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Maksudnya, peristiwa yang kita alami hari ini mungkin baru akan terasa maknanya ketika kita melihat kembali tahun-tahun yang sudah terlewati. Dari sanalah kita bisa menghubungkan setiap peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan.

Tentang Penulis

Khoiru Roja adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Banten, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sejak 2024, ia mengabdi sebagai relawan dan belajar menulis di Rumah Dunia. Roja punya ambisi untuk bisa bekerja di luar negeri, yaitu Australia. Roja juga ingin bisa menonton pertandingan sepak bola di Camp Nou.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==