Belajar Bijaksana dalam Menempuh Pendidikan Refleksi dari Buku Dewasa Tak Seseram Isi Kepalamu

Oleh: Kiki Pebrianto

Buku Dewasa Tak Seseram Isi Kepalamu karya Indra Dwi Prasetyo merupakan buku nonfiksi yang menceritakan berbagai pengalaman penulis dalam menghadapi kehidupan di usia 20-an. Buku ini membahas bagaimana seseorang menghadapi berbagai ekspektasi dalam hidup, mulai dari kedewasaan, karier, relasi, pendidikan, hingga percintaan.

Dari beberapa fase yang diceritakan dalam buku ini, ada satu fase yang paling menarik perhatian saya, yaitu fase 4 tentang kebijaksanaan dalam menempuh pendidikan.

Saya merasa kagum ketika membaca fase ini karena pembahasannya terasa dekat dengan realitas kehidupan saya sendiri. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, dan buku ini mampu menggambarkan berbagai lika-liku yang sering kali dihadapi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.

Salah satu hal yang ditekankan dalam buku ini adalah pentingnya berfokus pada satu bidang keilmuan atau keterampilan (skill) tertentu. Tidak ada salahnya mempelajari berbagai hal baru, tetapi kita juga perlu memiliki satu bidang yang benar-benar dikuasai. Dengan begitu, kita tidak hanya memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga mempunyai kemampuan yang dapat dikembangkan secara mendalam. Hal menarik lainnya, penulis menyertakan beberapa contoh kasus sederhana yang memudahkan pembaca memahami gagasan yang disampaikan tanpa harus kesulitan membayangkannya.

Ada satu konsep yang juga menarik perhatian saya, yaitu Tolerance of Ambiguity (ToA), yakni kemampuan seseorang untuk tetap tenang dan mampu menghadapi situasi yang tidak pasti atau ambigu. Ketika membaca bagian ini, saya tersenyum karena menyadari bahwa saya sendiri sering kali merasa panik ketika menghadapi situasi yang cukup menegangkan.

Misalnya, ketika mendapatkan banyak tugas dari dosen dalam waktu yang berdekatan. Namun, melalui konsep ini, saya belajar bahwa tidak semua hal harus dihadapi dengan kepanikan. Saya perlu belajar menerima ketidakpastian, mengelola kecemasan, dan menghadapi setiap persoalan dengan lebih tenang. Ke depannya, saya ingin mencoba menerapkan prinsip ini dalam kehidupan perkuliahan saya. Haha, semoga saja ketika tugas menumpuk, saya bisa lebih tenang dalam menghadapinya.

Pada akhir fase 4, ada satu hal yang sangat saya hormati dari pesan penulis. Sebelum memperoleh ilmu baru, kita diingatkan untuk terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik segala ilmu, yaitu Tuhan Yang Maha Mengetahui, melalui doa. Bagi saya, pesan ini menjadi pengingat bahwa proses menuntut ilmu bukan hanya tentang usaha manusia untuk memahami sesuatu, tetapi juga tentang kesadaran bahwa pengetahuan yang kita miliki pada dasarnya merupakan anugerah dari Tuhan.

Oleh karena itu, berdoa menjadi salah satu bentuk ikhtiar sekaligus pengingat agar kita tidak tumbuh menjadi pribadi yang sombong atas ilmu yang dimiliki.

Selain itu, ilmu yang kita peroleh seharusnya digunakan sebagaimana mestinya. Ilmu tidak cukup hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi orang lain. Pengetahuan yang baik semestinya mampu membantu menyelesaikan persoalan, memberikan pemahaman, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

Almarhum Gus Dur pernah berkata
“Bahwa yang bisa mengakali hukum, ya ahli hukum. Yang bisa mengotak-atik ekonomi, ya ahli ekonomi, dan seterusnya. Jangan sampai dengan ilmu yang kita miliki, kita menjadi orang yang mengakali dan mengotak-atik sesuatu kebenaran untuk kepentingan yang jahat dan merugikan”

Sejatinya, ilmu itu seperti pisau yang tajam. Di tangan orang yang tepat, pisau dapat digunakan untuk memasak dan memberikan manfaat. Namun, di tangan orang yang tidak bertanggung jawab, pisau justru dapat menjadi sesuatu yang membahayakan. Begitu pula dengan ilmu pengetahuan. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankannya.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==