“Afrika Van Java” di Ujung Timur Pulau Jawa

Transportasi Menuju Afrika Van Java

Beberapa waktu lalu penulis berkesempatan melakukan liburan singkat di lokasi ini bersama teman penulis. Untuk menuju lokasi ini ada beberapa alternatif transportasi yang tentunya bisa disesuaikan dengan biaya liburan masing-masing.

Contohnya yang penulis lakukan. Penulis yang berdomisili di Kota Yogyakarta memilih menggunakan Kereta Api sebagai transportasi utama. Perjalanan penulis dimulai dari Stasiun Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan Stasiun Tugu.

Penulis menaiki Kereta Sancaka kelas eksekutif menuju Stasiun Surabaya Gubeng dengan harga tiket Rp195.000,-, penulis cukup beruntung karena biasanya tiket Yogyakarta-Surabaya di kisaran Rp300.000,- untuk kelas eksekutif. Perjalanan ini ditempuh selama 4 jam.

Di Surabaya, penulis bertemu dengan seorang teman dan kami bersama melanjutkan perjalanan hampir 7 jam lagi hingga akhirnya sampai di Banyuwangi. Penulis menggunakan Kereta Sri Tanjung kelas ekonomi dengan harga tiket sebesar Rp88.000,- saja, jauh lebih murah dibanding perjalanan 4 jam Yogyakarta-Surabaya tadi. Total biaya perjalanan tersebut adalah Rp283.000,- hanya untuk biaya tiket kereta. Tidak termasuk makan selama perjalanan dan biaya tidak terduga lainnya.

Sebenarnya, teman-teman dapat langsung naik Kereta Sri Tanjung dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Stasiun Ketapang atau Banyuwangi Kota dengan harga tiket yang jauh lebih murah yakni hanya Rp94.000,- saja. Hanya penulis memang sering mabuk darat jika berada dalam kereta terlalu lama.

Sesampainya di Banyuwangi, kita dapat menyewa penginapan murah di sekitar stasiun maupun hotel mewah yang menghadap langsung ke Selat Bali. Tinggal pilih sesuai dengan anggaran liburan masing-masing.

Selain itu, kalian juga bisa menyewa sepeda motor untuk memudahkan transportasi lokal kalian selama di Banyuwangi. Namun, berdasarkan pengalaman penulis, jika kalian mengunjungi taman nasional ini sebaiknya menggunakan mobil agar meminimalisir gangguan monyet-monyet liar.

Perjalanan ke Taman Nasional Baluran dimulai dari jam 8 pagi di Banyuwangi Kota, kami menggunakan sepeda motor dan menghabiskan sekitar 1 jam di perjalanan hingga sampai di taman nasional yang berada di Situbondo ini.

Untuk masuk ke kawasan ini, kita diwajibkan untuk membeli tiket masuk area taman nasional sebesar Rp16.000,- per orang ditambah biaya masuk motor sebesar Rp5.000,-. Harga ini untuk kunjungan di hari kerja saja, berbeda dengan akhir pekan dimana tiket masuknya sebesar Rp18.500,- untuk wisatawan lokal. Kita juga akan diberikan arahan dan petunjuk apa yang boleh dilakukan dan tidak saat berada di lingkungan taman nasional.

Meskipun kebanyakan orang menggunakan mobil dan penulis juga menyarankannya, namun motor tetap diperbolehkan masuk ke area ini. Jadi, jangan takut jika hanya berdua temanmu ya!

Dikarenakan tempat ini adalah kawasan taman nasional yang merupakan tempat banyak satwa liar, teman-teman perlu berhati-hati dan mematuhi aturan juga petunjuk yang diberikan oleh petugas jika tidak ingin mendapatkan pengalaman buruk. Misal aturan batas kecepatan di dalam kawasan hanya 20 km/jam, banyak hewan yang melintas di jalan.

Ada juga aturan untuk tidak menyimpan barang di tempat yang tidak dijaga, karena ada banyak monyet liar yang siap mengambil barang-barangmu. Hingga ada aturan area-area yang boleh dimasuki dan tidak, tentu hal ini dimaksudkan untuk melindungi kelestarian lingkungan serta melindungi pengunjung dari hal-hal yang tidak diharapkan.

Setelah masuk, kalian akan disambut dengan hutan tropis yang menyejukkan mata. Lalu dilanjutkan dengan pemandangan indah savana luas dan Gunung Baluran sebagai latarnya. 

Pantai Bima

Sekitar jam 12 siang, penulis beralih ke Pantai Bima yang menjadi destinasi terakhir di hari itu. Sepanjang perjalanan dari savana menuju Pantai Bima, mata kita akan dimanjakan oleh pepohonan yang cukup unik dan jarang kita lihat di luar.

Untuk masuk pantai ini, pengunjung hanya dikenai tarif parkir sesuai dengan jenis kendaraannya. Tidak ada biaya tambahan lainnya.

Kalian dapat membeli makanan di beberapa warung yang ada di sini. Penulis berkesempatan mencoba beberapa menu makanan seperti nasi goreng, tahu walik, dan juga es kelapa muda yang tentunya sangat cocok diminum saat panas terik di pantai berangin sepoi-sepoi. Menariknya, harga yang ditawarkan sangat normal, tidak seperti tempat wisata kebanyakan. Bahkan bisa dibilang murah bagi kami yang berasal dari Kalimantan ini.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk berlibur di Taman Nasional Baluran?

Tentang Penulis: Hafizah Fikriah Waskan atau lebih dikenal dengan Waskan adalah seorang sarjana pendidikan matematika. Ia sempat bercita-cita menjadi penulis karena senang membaca buku sejak kecil. Ia pernah menjadi wartawan kampus, namun mimpinya berhenti begitu saja. Kini ia mulai menyusun kembali mimpinya itu.

TRAVELING setip hari Jumat. Nah, kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling di luar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honoarium Rp. 100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==