Ali Banat, Kisah Miliuner yang Rajin Sedekah Sampai Ajal Menjemput

Oleh Muhzen Den

Salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim adalah bersedekah. Bersedakah merupakan amalan jariyah yang pahalanya bisa diterima bagi individu yang suka bersedekah. Ada satu kisah menari dari pengusaha sukses asal Sydney, Australia, yang rajin bersedekah bisa dijadikan inspirasi. 

Namanya Ali Banat yang mendonasikan seluruh hartanya untuk orang lain sebelum ajal menjemputnya pada 29 Mei 2018. Pada beberapa tahun terakhir kehidupannya, Banat berjuang untuk melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya.  

Sebelum terlibat dalam banyak kegiatan sosial, Banat dikenal sebagai pengusaha atau pebisnis sukses dengan pola hidup hedon, yang mengoleksi mobil hingga pakaian mahal keluaran merek terkenal. Bahkan, Banat memiliki harta mobil sport seharga USD600 ribu atau sekitar Rp9,7 miliar (kurs dolar Rp16.300) dan gelang seharga USD60 ribu atau sekitar Rp970 juta. 

Kemudian Banat jatuh sakit lantaran kanker yang dideritanya sehingga dokter menyatakan dirinya tinggal punya waktu tujuh bulan untuk hidup. Meski demikian, Banat menyebut penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya adalah hadiah dari Allah SWT.  

“Ini hadiah karena Allah memberi kesempatan bagi saya untuk berubah,” kata Ali Banat. 

Menurut Banat, kanker yang mendera dirinya malah membukakan pikirannya atas banyak hal di dunia ini. Banat jadi menyadari besarnya karunia Allah SWT yang diberikan untuknya, bahkan seperti masih bisa menghirup udara secara cuma-cuma menjadi hal tak terlintas di benaknya selama ini. 

“Begitu tahu saya terkena kanker, saya melepas koleksi mobil, jam tangan, bahkan pakaian. Saya bawa semua pakaian saya dan saya serahkan ke orang-orang yang memerlukan ketika saya bepergian ke luar negeri,” ucapnya. 

“Saya ingin meninggalkan dunia tanpa satu pun harta benda,” kata Banat. 

Banat kemudian berkata, satu-satunya hal yang hanya bisa ia bawa mati adalah amal kebaikan selama di dunia. Dia juga pernah bilang, dirinya sudah ingin bertemu dengan Tuhannya, dan tak lagi punya keinginan mengejar duniawi. 

“Ketika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa Anda sakit dan hanya punya waktu beberapa bulan untuk bertahan, mengejar kesenangan dunia akan menjadi prioritas paling akhir,” ujar Banat.

(Dari berbagai sumber/detik.com)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==