Antara Baca dan Salat

Orakadut si Gla dari Kota Golokali didatangi seorang ibu dan 2 anaknya. Si ibu bingung dengan perilaku kedua anaknya. “Anak pertama rajin baca, tapi salatnya susah. Yang kedua rajin salat tapi tidak mau baca buku,” kata si Ibu.

Orakadut pusing 9 keliling mencari jawabannya. Dia filsuf tapi merasa tidak kompeten. Padahal dia filsuf. Dia memang bukan anak kiyai dan dia juga bukan ustadz apalagi Habib atau Gus. Dia si Gila dari Kota Golokali.

“Kenapa kamu rajin baca buku?” tanya Orakadut kepada anak kesatu sambil memegangi kepala keledainya.
“Ingin sukses, Orakadut.”
“Kenapa rajin sholat?” tanya Orakadut kepada anak kedua.
“Ingin masuk surga.”

“Euroka, euroka!” kemudian Orakadut menemukan jawabannya. Kedua kaki keledainya meronta-ronta ke udara. “Kalau mau masuk surga, syaratnya harus meninggal dulu. Hampir kebanyakan orang tidak mau jika disuruh mati duluan walaupun diiming-imingi masuk surga. Bagaimanapun ternyata lebih enak surga di dunia walaupun hidup melarat.”

Ibu dan si Anak saling pandang. Wajah si Anak memerah.

“Semuanya ingin panjang umur. Tapi untuk apa panjang umur kalau hanya membebani orang lain. Jadi lebih asik kalau baca buku juga rajin salat selagi hidup. Surga di dunia kita nikmati dan nanti setelah meninggal, kita masuk surga juga,” Orakadut berceramah panjang kali lebar.

Orakadut sempat berpikir, apakah cermahnya tadi pernah dikatakan atau belum oleh Kiyai atau Habib atau Gus. Si Ibu dan kedua anaknya mengangguk-angguk.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==