Membaca berita di detiknews tentang “Pelaku Arisan Online Bodong di Serang Ditangkap, Korban Rugi Hampir Rp 1 M”, saya merasa prihatin. Perempuan inisial TL (32) ditangkap personel Tipidter Polres Serang diduga melakukan penipuan arisan bodong secara online bernama Mart8. Ada 50 korban yang ditipu pelaku sejak Maret 2024 dan membayar uang Rp 1 juta per bulan.

Arisan bagi saya sudah tidak asing. Kata arisan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan di sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.
Ketika kelas 6 SD (1976) saya arisan. Saya lupa berapa orang yang ikut. Tapi setiap orang berhak mendapatkan Rp 700,- secara bergilir. Dari uang arisan itu, saya bisa membeli raket kayu untuk main badminton. Ada rasa bangga ketika membeli raket itu karena dari uang jajan yang saya titipkan di arisan kelas.

Setelah berkeluarga. saya menyarankan kepada istri untuk ikut arisan di komplek tempat tinggal dan keluarga. Tujuannya untuk bergaul agar saling mengenal. Itu cara yang ampuh dalam bermasyarakat. Arisan dimanfaatkan sebagai alat untuk mempererat persaudaraan dan sebagai sarana membantu ekonomi para anggota saat itu.
Sepanjang iurannya di bawah Rp 200 ribu, saya masih mengizinkan. Arisan keluarga Rp 100 ribu dan arisan komplek Rp. 190 ribu. Tapi jika ada yang mengajak arisan kulkas atau mobil, saya melarang. Apalagi online, modus menuju ke penipuannya terasa. Bagi saya, arisan harus tatap muka dan orang-orangnya kai kenal sebagai tetangga atau saudara. Jika ingin membeli mobil atau kulkas, sebaiknya bekerja saja mengumpulkan uangnya.

Mengutip indopulsa.co.id, arisan adalah tradisi sosial lintas generasi di Indonesia. Dalam praktiknya, arisan itu kegiatan berkumpul dan saling memberikan bantuan finansial secara bergiliran. Secara historis, arisan telah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara sebagai sarana untuk saling membantu dalam membangun infrastruktur kerajaan. Misalnya, raja-raja zaman dahulu menggunakan hasil arisan untuk membangun jalan, jembatan, dan bahkan istana.

Seiring berjalannya waktu, arisan pun berkembang menjadi tradisi yang lebih bersifat sosial dan lebih terfokus pada kepentingan individu. Setelah arisan keluarga, arisan komplek, arisan kantor, kini bertransformasi jadi arisan online. Tinggal kamu memilah-milih, arisan mana yang terbaik menurutmu.
Gol A Gong



