Sejak 20 tahun terakhir ini, nama Banyuwangi harum semerbak. Kota yang plural, dipenuhi banyak suku di Indonesia, sejak dipimpin Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si 2 periode (2010-2021) melejit ke seantero negeri.

Festival Banyuwangi menjadikan kota yang awalnya hanya sebagai transit, kini jadi daerah tujuan wisata.

Mestinya kampung halamanku Banten, bisa lebih dahsat dari Banyuwangi. Tapi kenyataannya, Banten sebagai provinsi belum bisa bersaing. Sudah 20 tahun, masih saja serupa bayi, belajar berjalan. Kini Azwar Anas berada di Jakarta sejak 13 Januari 2022 sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak 13 Januari 2022.

Kini Banyuwangi diteruskan oleh isteri Azwar Anas: Ipuk Fiestiandani. Saat Safari Literasi Duta Baca Indonesia digelar Selasa 8 Februari 2022 di aula Dinas Pendidikan, Bupati hadir memberikan sambutan.

“Setiap saya melakukan kunjungan ke sekolah, ada 3 lokasi yang jadi prioritas. Yaitu ruangan UKS, BK, dan perpustakaan. Misalnya UKS, kadang spreinya belum diganti, kasurnya tidak pernah dijemur. Padahal itu Unit Kesehatan Siswa. Ruang Bimbingan Konseling juga interiornya harus diremajakan. Sedangkan perpustakaan, koleksi bukunya harus ditambah dan programnya harus terhubung ke era digital,” begitu yang saya tangkap sambutan dari Bupati.

Bagi saya yang sangat merasakan manfaat perpustakaan tertarik membedah tagline “Banyuwangi Rebound”. Saat diberikan kesempatan mewawancarai Bupati, beberapa point penting saya catat. Bupati menjelaskan, arsitektur Banyuwangi Rebound dibangun di atas tiga pilar dan dua fondasi penting. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan fondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang ekselen dan partisipasi aktif publik.

Merajut harmoni tentu unik. Kegiatan Safari Literasi ini ternyata perwujudannya. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan disupport OPD lainnya. Gedung tempat berlangsungnya acara di aula Dinas Pendidikan.Fasilitas penginapan 2 kamar 2 malam oleh protokoler. Live streaming dan dokumentasi audio visual ditangani Dinas Kominfo. Dekorasi ruangan oleh Dinas PUPR. Jadi tidak ada ego sektoral. Luar biasa. Partisipasi publik juga patut diacungi jempol.

Kata Yusron Aminulloh dari Iqro Semesta yang mendampingi Safari Literasi Duta Baca Indonesia di 11 kota Jawa Timur mengatakan, “Wajar kalau Bunyuwangi menjadi sorotan. Inilah Pemkab profesional. Birokrat bergaya BUMN. Mulai kantor Bupati yang keren, gaya pelayanan bahkan kerjasama tim antar dinas yang tidak ego sektoral.”


