Belajar dari Film Keluarga Super Irit: Menjadi Kaya Tidak Cukup Hanya Modal Hemat dan Menabung

Oleh: Moh. Fauzi

Pertama kali saya melihat judulnya, saya langsung bergegas ingin menonton serta mengatur waktu kapan ada waktu luang agar tidak ketinggalan film nya. Bukan karna saya hobi nonton bioskop tapi saya ingin tau ilmu nya dari film Keluarga super irit, dikepala saya hanya ada satu pertanyaan apakah benar yang diajarkan waktu di bangku SD. Hemat pangkal kaya?

Film keluarga super irit diadaptasi dari komik Korea Selatan berjudul “Saving Family” karya Yim Chang Ho. Namun, cerita film ini disesuaikan dengan konteks Indonesia dan menghadirkan unsur-unsur budaya Indonesia. Sutradara Danial Rifky tertarik dengan cerita film ini karena relevansinya dengan kehidupan sehari-hari dan unsur humornya.

Film Keluarga super irit dijadwalkan tayang di bioskop pada tanggal 12 Juni 2025. Film ini bercerita tentang keluarga Sukaharta yang harus belajar hidup hemat dari sang ayah karna mengahadapi kerasnya hidup. Kita diajak menyaksikan kehidupan sebuah keluarga yang sangat disiplin dalam hal pengeluaran. Mereka menolak jajan, menolak hiburan, bahkan sang ibu memberikan jatah satu botol untuk cebok demi menghemat listrik dan air. Semua demi satu tujuan: menjadi kaya.

Film keluarga super irit menyimpan pesan penting yang relevan dalam kehidupan nyata: menjadi kaya tidak cukup hanya bermodal hemat dan menabung.

Saya teringat waktu di sekolah dan dalam banyak nasihat orang tua dan guru, saya diajarkan bahwa menabung adalah kunci menuju masa depan cerah itu tidak 100% benar, dan saya baru tau bahwa untuk menjadi sukses dan kaya tidak hanya pinter menabung tapi harus juga punya pengetahuan tentang investasi. Bukan hanya menumpuk tapi harus juga dikembangkan.

Menghasilkan uang adalah sebuah skill. Mempertahankan uang adalah disiplin. Melipat gandakan uang adalah sebuah seni_ John. D. Rockefeller.

Yang dimaksud ungkapan diatas adalah semua orang bisa mendapatkan uang tapi tidak semua orang bisa melipat gandakan uang.

Coba kita lihat para pengusaha sukses atau investor besar: mereka bukan sekadar orang hemat, tetapi juga orang yang berani mengelola risiko dan mengembangkan aset. Mereka tahu bahwa uang tidak cukup hanya disimpan, tapi perlu diputar agar tumbuh. Bahkan, dalam beberapa kasus, terlalu hemat justru bisa membuat seseorang stagnan karena menolak belajar hal baru, takut mencoba bisnis, atau enggan berinvestasi pada pengembangan diri.

Film Keluarga Super Irit juga mengajarkan bahwa kekayaan yang sesungguhnya tidak hanya soal angka di rekening. Tapi tentang kekompakan dalam ber keluarga, tetep bahagia dan menerima semua masalah hdalam kehidupannya dan yang paling keren dari seorang ayah (sukaharta) yakni tetep tegar disemua situasi apapun dalam hidupnya.

Jadi, dari film keluarga super irit saya belajar bahwa hemat dan menabung adalah langkah awal yang baik. Tapi untuk benar-benar kaya secara finansial dan emosional kita perlu lebih dari itu. Kita perlu ilmu, keberanian mengambil keputusan, relasi yang sehat, dan sikap terbuka terhadap perubahan zaman.

Menjadi kaya bukan hanya tentang tidak membuang uang, tetapi juga tentang tahu kapan harus mengeluarkannya untuk hal yang tepat.

Dan pada akhirnya, kekayaan sejati bukan sekadar soal apa yang kita punya, tapi juga siapa kita, apa yang kita beri, dan bagaimana kita menjalani hidup.

Sedikit motivasi dari saya: jangan jadi semut yang hanya pinter menumpuk makanan tapi jadilah lebah yang selalu mengembangkan madu dan dapat dijual dan bermanfaat bagi manusia.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==