Saya mengenal Benny Arnas sekitar 2010-an ketika cerpen-cernen bertema kelokalannya menyerbu media massa. Bahkan ketika saya jadi Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat, mengunjungi dan tidur di rumahnya di Lubuklinggau, Sumatra Selatan, untuk menyerap darah mudanya yang bergejolak. Saya mengunjungi rumahnya juga bersama keluarga saat Gempa Literasi Sumatra, 2017.



Halaman: 1 2

