Kita semua tahu siapa Dewi Fortuna. Itu mitologi Yunni, yang artinya adalah dewi keberuntungan dan personifikasi nasib baik dalam agama Romawi. Begitulah hidup. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Begitu juga sepakbola, terutama melawan tuan rumah. Ada privilege bagi tuan rumah. Ada pemain ke-12 yaitu penonton, plus wasit plus hakim garis. Jika tidak hati-hati, pemain mengatur strategi, wasit yang menentukan.

Nasib atau takdir yang menimpa Timnas kita di Piala Asia Usia-23 AFC yang ditekuk Qatar 0-2. Tapi harus kita akui, dengan hadiah pinalti bagi Qatar di akhir babak pertama, membuyarkan konsentasi para pemain kita. Penalti ini bisa diperdebakan, tapi masih bisa diterima.

Hanya saja, terasa tidak adil. Apalagi di babak kedua, baru berjalan beberapa saat, Ivar Jenner dikartumerahkan wasit. Mestinya wasit melihat VAR seperti yang dilakukannya ketika mengkartumerahkan Ramadhan Sananta pada masa injury time karena pelanggaran menginjak kaki lawan. Sedangkan Witan Sulaeman yang diganal keras pemain Qatar hanya kartu kuning. Mestinya wasit melihat VAR.

Mari kita berdoa, agar 2 pertandingan lagi Dewi Fortuna berpihak kepada kita. Para pemain dan pelatih, berpikirlah! Jangan mengemis meminta kemenangan kepada wasit, apalagi menyerah! Tapi salut melihat pemain-pemain kita, yang begitu sabar dan tetap fokus.
Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI juga akan protes, mengirimkan surat kepada FIFA. Ini link videonya:


