Selama 34 tahun bergelut di dunia menulis, jika sedang memberi pelatihan, ternyata ketrampilan menulis itu hanya dimiliki oleh segelintir orang yang siap berdarah-darah. Memulainya dari kebiasaan membaca, bukan mengikuti kelas-kelas menulis yang kemudian sim salabim merasa besok akan langsung bisa menulis novel.

Menulis itu tidak sekadar naluri, tapi juga harus beranglat dari kebiasaan membaca dan dibekali ilmu. Banyak orang tidak bisa membedakan mana biografi dan mana novel. Kalau ditolak penerbit (major) marah-marah dan itu tadi: menganggap penerbit pilih kasih, lebih mengutamakan penulis yang sudah punya nama.

Padahal secara kebahasaan kita tidak memahami bagaimana awalan diletakkan atau kata dasar yang benar. Saya sendiri yang sudah puluhan tahun menulis sering teledor soal ini. Kemudian kita memilih menerbitkan sendiri (indie). Menyebarkan dan menjual dengan cara pre order. Ada yang diserap teman-temannya ada yang kemudian dilirik penerbit major dan disebarluaskan secara luas di toko-toko buku.

Saya mengutip omongan sastrawan Madura, Kyai Zawawi Imron, “Jangan memikirkan omongan orang, jangan bermaksud menyaingi penulis-penulis lain, jangan menganggp penerbit hanya akan menerbitkan karya dari penulis terkenal. Tugas kamu hanya satu, menulis saja karya yang bagus.”
Itulah sebabnya kenapa saya dengan SIP Publishing membuka kelas novel secara intensif, 4 kali pertemuan. Saya tidak berani menjanjikan 1 hari bisa menulis novel. Tapi saya akan membimbing para peserta hingga bisa menemukan cara-cara terbaik menulis novel selama 4 kali pertemuan itu dikalikan 2 jam setiap pertemuannya. Bonsnya, SIP Publishing akan menerbikan tugas mereka dalam bentuk buku (novel).

Saya akan melatih mereka menulis novel setebal 50 halaman, dengan pendistribusian cerita dalam 10 bab, masing-masing bab 5 halaman. Saya juga akan membagikan cara menulis tiap babnya, kemudian bagaimana transisi dari akhir setiap bab ke bab berikutnya. Tentu ending ceritanya. Dialognya. Karakter tokohnya.

Kelas novel saya sudah berlangsung angkatan pertama. Pertemuan pertama Rabu 24 April 2024, pukul 19.30 – 21.30 WIB. Alhamdulillah, yang mendaftar 7 orang. Sebetulnya ini melebihi target yang diperkirakan 5 orang saja, karena pasca lebaran. Tapi 7 orang peserta sangat menggembirakan. Mereka mengaku ada yang belum pernah menulis novel, ada yang sedang menulis tapi tidak jadi-jadi, da nada yang sudah menulis tapi merasa tidak puas.

Ketika melihat antusiasme mereka lewat zoom, saya dan Indra Defandra – CEO SIP Publishing, langsung membuka Kelas Novel Gol A Gong angkata kedua untuk Juni 2024. Ini dia:

Kelas Novel Gol A Gong
Angkatan kedua, Juni 2024
Tugas menulis novel para peserta langsung diterbitkan.
Mentor: Gol A Gong (Penulis novel Balada Si Roy dan 130 buku lainnya)
Biaya:
1.IDR 1.OOO.OOO (Member SIP)
2.IDR I.25O.OOO (Umum)

Fasilitas:
1.Pembimbingan selama 4 kali pertemuan via zoom
2.Paket Penerbitan VIP
3.Diterbitkan ber-ISBN
4.Bukti terbit 3 eksemplar
5.Sertifikat Terbit
Bagi yang ingin mendaftar untuk angkatan ke-2 di bulan Juni 2024, silakan bisa hubungi nomor:
0895-0894-3674 (Risma)
Semangat
Indra Defandra
CEO SIP Publishing


