Saya merasakan, ketika Roger Waters atau David Gilmour menyanyikannya, lirik yang menggambarkan kerinduan pada seseorang, pada Tuhan, pada keajaiban yang bisa membebaskan dari kita dari kekacauan dunia, menyentuh jiwa saya. Lagu ini dari album “Wish You Were Here”. Tidak pernah bosan saya dengarkan. Seolah sedang “Menunggu Godot” Samuel Beckett.

Lagu ini masih cocok dengan konstelasi politik dunia. Ketika Israel memborbardir Palestina, yang mengakibatkan puluhan ribu anak-naak meninggal, seolah lagu ini tepat dinyanyikan. Siapakah yang diharapkan datang oleh Pink Floyd. Tapi, ya, betul, seperti sedang “Menunggu Godot’ Samuel Becket.
Pink Floyd adalah band psychedelic rock dan Progressive rock pada tahun 1964 asal Inggris yang terkenal karena komposisi lagu-lagunya yang bergaya bombastis, lirik lagunya yang berbau filosofis, sampul-sampul albumnya yang indah dan konser-konsernya yang megah.
Wish You Were Here adalah album Pink Floyd direkam di Abbey Road Studios antara Januari dan Juli 1975, diterbitkan pada 15 September 1975. Pada era itu banyak terjadi peristiwa politik yang mencekam. Perang dingin Amerika dan Uni Soviet dan Vietnam.
Ini link videonya:
Jadi, jadi Anda pikir Anda bisa mengetahuinya
So, so you think you can tell
Surga dari neraka
Heaven from Hell
Langit biru karena kesakitan
Blue skies from pain
Bisakah Anda membedakan lapangan hijau
Can you tell a green field
Dari rel baja dingin
From a cold steel rail
Sebuah senyuman dibalik cadar?
A smile from a veil?
Apakah kamu pikir kamu bisa mengetahuinya?
Do you think you can tell?
Apakah mereka menyuruh Anda berdagang
Did they get you to trade
Pahlawanmu untuk hantu
Your heroes for ghosts
Abu panas untuk pohon
Hot ashes for trees
Udara yang panas untuk hembusan yang sejuk?
Hot air for a cool breeze?
Kenyamanan dingin untuk perubahan
Cold comfort for change
Apakah Anda bertukar
Did you exchange
Berjalan-jalan dalam perang
A walk on part in the war
Untuk peran utama di dalam sangkar?
For a lead role in a cage?
Betapa aku berharap, betapa aku berharap kamu ada di sini
How I wish, how I wish you were here
Kami hanyalah dua jiwa yang tersesat
We’re just two lost souls
Berenang di mangkuk ikan
Swimming in a fish bowl
Tahun demi tahun
Year after year
Berlari di atas tanah lama yang sama
Running over the same old ground
Apa yang kami temukan?
What have we found?
Ketakutan lama yang sama
The same old fears
Seandainya kamu di sini
Wish you were here
Apa yang kamu rasakan setelah mendengarkan lagu dan menghayati liriknya? Samakah dengan yang saya rasakan. Intinya, lewat lagu, kita bisa menyuarakan kegelisahan hati kita.
Gol A Gong



