“Mas, minta foto, ya,” biasanya begitu orang-orang berkasta kepada saya setelah acara selesai. Saya mencandainya,
Wefie, Wefie, yuk!

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Suka-duka kampnye baca-tulis

“Mas, minta foto, ya,” biasanya begitu orang-orang berkasta kepada saya setelah acara selesai. Saya mencandainya,

Ingin hadiah buku? Jika saya sebagai Duta Baca Indonesia sedang ada di kotamu, gabung saja. Ada banyak hadiah buku bagi yang aktif berdiskusi.

Rumah Dunia bukan keinginan satu malam. Bukan seperti Sangkuriang dan Bandung Bondowoso. Tapi aku berproses, jatuh dan bangun…

Baca, baca, baca! Kata Rano Karno, “Tidak ada pekerjaan yang sia-sia dari membaca buku.” Ya, dengan membaca kita sedang berinvestasi untuk masa depan.

Di agama saya, ada kewajiban menghormati tamu yang datang ke rumah kita selama 3 hari. Jika tamu itu mengalami kesulitan bermalam karena sedang dalam perjalanan, …

Menu mewawancarai Kepala Daerah atau Kepala Dinas Perpustakaan adalah menu tetap. Dari dialog sekitar 5-10 menit, saya bisa mendapatkan informasi terkait keseriusan Pemerintah Daerah pada Gerakan Literasi Lokal.

Tentu paling menyenangkan jika ada menu peluncuran dan bedah buku. Saya kira, manfaat dari membaca ya menulis. Saya selalu ingin merayakannya jika ada yang mneerbitkan buku. Hingga hari ini mungkin sudah 70-an buku solo dan 200-a buku antologi saya tulis.

Jadi sangat beralasan jika Drs. Muhammad Syarif Bando, MM sebagai Kepala Perpusnas RI (2016-2023) mengingatkan kita semua di setiap pidatonya, “Kita jangan terlena dengan penghakiman dunia luar bahwa budaya membaca kita rendah. Kita harus lawan itu. Itu tidak benar.”

Saya paling senang jika SafariLierasi ada agenda kunjungan ke komunitas. Bisa ke taman bacaan, perpustakaan desa, atau komunitas sastra. Biasanya selalin diskusi cara mengelola komunitas seperti Rumah Dunia, juga ada bedah buku atau pembacaan puisi.

Pelatihan menulis adalha menu unggulan Safari Literasi. Tapi selalu harus fiksi. Non fiksi juga bisa, misalnya pelatihan menulis kisah inspiratif dan esai.

Safari Literasi adalah program unggulan saya sebagai Duta Baca Indonesia. Saya dibnatu 3 asisten sudah menjelajah dari Sabang hingga Merauke.

Kalau 2021-2023, saya masih jadi nara sumber, di 2024, saya jadi moderator. Saya sebagai Duta Baca Indonesia menggali potensi di daerah tersebut. Sering kita tidak menyadari, bahwa banyak orang-orang hebat dengan kualitas nasional bahkan internasional, setia berdomisili di kampung halamannya.

Ya, ngapain aja sih, saya sebagai Duta Baca Indonesia bersama Perpusnas RI jika datang ke sebuah kota Provinsi? Jalan-jalan saja? Menikmati kulinernya? Selfie-wefie? Mungkin kalau …

Selempang Duta Baca Indonesia bukan sekadar selempang atau benda yang melintang di badan. Dia adalah amanah dan tanggung jawab. Sebagai bentuk kampanye, ini memang terlambat, saya akan berfoto dengan latar belakang ikonik di kota itu. Sekarang dengan jembatan Ampera di Kota Palembang.

Saya menangkap, Armakalaya di buku ini sedang memetakan perilaku orang-orang. Di awal-awal, orang berusaha bersaleh-saleh diri dengan puasa ramadan, demi mengejar rahmat Allah SWT. Namun terlihat jelas bahwa memasuki fase atau babak kedua ramadan, yang sejatinya dihias dengan amalan dalam rangka pengampunan, naluri-naluri manusiawi mulai kembali berkuasa, memalingkan peluang baik pengampunan tersebut.

Saya memilih jadi moderator bukan tanpa alasan. Pertama, tentu informasi tentang apa yang saya lakukan sepanjang 35 tahun jadi aktivis literasi mudah diakses di internet. Tapi kiprah para pegiat literasi di daerah harus diberi panggung.

“Berdaya dengan Buku” adalah tagline saya sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025. Saya ingin buku membuat pembacanya meningkat kualitas hidupnya juga bernilai ekonomi tinggi.