Sungguh menyesakkan selesai menonton filmnya. Aku sampai beli DVD-nya dari Amazon, menontonnya berulang kali dan selalu berakhir dengan menyesalkan mengapa harus setragis itu hidupnya.
Inkoktober 14: Roam

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tantangan melukis dengan tinta

Sungguh menyesakkan selesai menonton filmnya. Aku sampai beli DVD-nya dari Amazon, menontonnya berulang kali dan selalu berakhir dengan menyesalkan mengapa harus setragis itu hidupnya.

Setelah kami menikah, aku sempat bilang ingin ke Gili Air. Sampai sekarang belum kesampaian juga. Sepertinya harus mengambil waktu libur yang panjang jika tujuannya ke Nusa Tenggara Barat, karena banyak tempat indah yang ingin kukunjungi.

Selesai makan ketupat tahu, hubby masih mengobrol dengan pedagang batu akik. Aku permisi menunggu di mobil. Langsung kuteruskan sketsaku, alhamdulillah dapat setengah pencapaian. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. Memanglah keras kepala aku tuh soal konsistensi pada hobi.

Aku sangat akrab dengan snack. Apalagi jika malam hari saat hubbi menulis. Pasti harus ada snack dan kopi.

Hubby adalah nomadic – seorang pengembara, di kala muda. Dua tahun keliling Indonesia, 2 tahun pula keliling 7 negara Asia. Sekarang saja sering ninggalin aku sebulan, seminggu…

Sun. Matahari. Tanpa fajar, hidup jadi tidak bersemangat. Yang ada mendung kelabu. Mari, selalu kita sambut.

Hubby juga merelakan kesempatan melihat fajar karena memilih menemaniku yang sendirian. Oh, so sweet. Beberapa kali kusuruh jalan duluan. Beberapa kali beliau berjalan lebih dulu, tapi ternyata berhenti di atas dan menungguku tiba. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. Makasih, hubby.

Saya memiliki paspor pertama kali pada 2012. Saat itu hubi mau mencicil mas kawin keliling dunia. Alhamdulillah, sekarang sudah ke 11 negara. Semoga paspor masih membawa saya ke negara ke 12, dst…

Setelahnya akan plong dan memasuki masa tenang yang sebetulnya tidak tenang karena menyiapkan laporan. Begitulah trek yang harus kami lalui. Ini hanya sebagian kecil jalur yang dilewati dari perjalanan hidup. Sekecil dan sependek apa pun jalur itu tetap saja harus ditempuh dengan saksama dan sungguh-sungguh.

Inkoktober 5 ini tentang binoculars. Tentu tentang bagaimana kita meneropong melihat dunia dan diri sendiri.

Jadi aku berusaha konsisten, salah satu caranya adalah mengisi pikiran dengan zikir. Kupikir, dengan begitu waktuku nggak akan sia-sia. Aku berkarya tanpa melupakan yang telah memberiku ilham. Sebutlah aku naif, tapi demikian caraku mengerjakan sampai drawing selesai.

Boots adalah perjalanan. Bagiku boots sudah membawaku ke 11 negara, mencoba mengenali diriku sendiri.

Ke mana kita akan mencari dan menemukanmu? Dalam labirin, menemukanmu penuh perjuangan.

Aku berpesan pada yang bikin sedih itu, agar berlatih lagi, karena tahun depan dia lulus SD. Dia harus mengejar banyak dalam waktu sempit. Ada konsep dasar matematika yang belum dia ketahui. Aku sampai mikir harus kasih perhatian khusus ke anak-anak macam gini.