Puisi “Kuldesak” karya Gol A Gong ini menggambarkan kerinduan yang terjalin melalui kata-kata di antara jarak, waktu, dan misteri yang terbungkus dalam literasi.
Menulis Puisi Saat Galau

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Melukis kata

Puisi “Kuldesak” karya Gol A Gong ini menggambarkan kerinduan yang terjalin melalui kata-kata di antara jarak, waktu, dan misteri yang terbungkus dalam literasi.

Puisi “Jawara Terakhir” oleh Gol A Gong menggambarkan kisah hidup Japri, seorang mantan jawara yang penuh dengan misteri, kekuatan, dan keberanian. Japri adalah simbol kekuatan masa lalu yang kini menyaksikan perubahan dunia dengan kerinduan dan kegetiran. Japri memiliki garis keturunan yang kuat dan sejarah yang penuh perjuangan, lahir dari rahim seorang perempuan Ratu dengan latar belakang pemberontakan melawan kolonial Belanda.

Dalm hidup, kita harus memiliki mimpi yang tinggi. Dengan usaha keras dalam mengejar impian, meski terasa sulit atau selalu menjauh, suatu saat akan terwujud.

Hidup ibarat roda pedati. Di atas kemudian meluncur ke bawah. Berkuasa dan lemah tak berdaya. Tak ada yang abadi. Keperkasaan hanya sementara. Hidup ibarat sedang menunggu giliran. Jawara Terakhir karya Gol A Gong hadir bersambung. Jangan asah golokmu, tapi seduh kopi terbaikmu.

Kamu masih punya Bapak? Jika masih punya, banyak-banyaklah bertanya tentang masa lalunya. Rayu Bapak agar bercerita. Jangan biarkan Bapak tenggelam dalam diam.

Kopi dipangku. Ada ap gerangan? Di Natuna. Silakan ditafsirkan, bebas merdeka.

Puisi Kertas Kopi karya Gol A Gong ini bebas ditafsirkan. Puisi ini terkumpul di buku puisi Air Mata Kopi (Gramedia, 2014).

Pernah ke Simpang Lima Semarang? Melalui kata-kata yang sederhana namun bermakna, Gol A Gong mengajak pembaca untuk merenungkan tentang kehidupan, harapan, dan kehilangan.

Puisi “Di Bawah Pohon” karya Gol A Gong adalah renungan puitis tentang hubungan manusia dengan alam, spiritualitas, dan teknologi modern. Puisi ini menggambarkan transformasi nilai-nilai tradisional ke dalam era digital dengan sentuhan melankolis.

Puisi ini adalah renungan mendalam tentang kehilangan yang merangkap pada tema lingkungan dan spiritual. Dengan bahasa simbolis dan emosional, Gol A Gong berhasil menyampaikan rasa perpisahan dan keprihatinan yang mendalam.

“Ibu Tanpa Anak” adalah puisi yang menggugah, mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam dan dampak destruktif dari eksploitasi. Gol A Gong berhasil menyampaikan pesan lingkungan yang kuat dengan gaya bahasa yang puitis dan menyentuh.

Tembang Lembang adalah perpaduan antara cinta terhadap keindahan alam dan pencarian spiritual. Puisi ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, mengapresiasi keindahan sekitar, dan merenungkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Puisi “Dipati Ukur” karya Gol A Gong memiliki nuansa melankolis yang kental, penuh kerinduan dan refleksi terhadap momen-momen yang telah berlalu. Puisi ini menghubungkan kenangan personal dengan tempat, waktu, dan suasana yang menyentuh.

Saya menulis puisi Jembatan Kota Lama Kendari dengan tujuan tidak hanya merayakan keindahan Kota Lama Kendari, tetapi juga mengajak kita untuk menghargai kenangan dan warisan budaya yang ada di sekitar kita. Ini adalah pengingat bahwa meskipun waktu berlalu dan perubahan terjadi, ingatan akan tempat dan orang-orang yang kita cintai akan selalu ada dalam hati kita.

Puisi “Cinta” adalah karya yang menyentuh dan menggugah, menggambarkan perjalanan emosional yang kompleks terkait dengan cinta dan kehilangan. Melalui penggambaran yang reflektif, ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami cinta dalam konteks kehidupan.

Puisi ini menyoroti perjalanan fisik dan emosional menuju rumah orang yang dicintai. Jalan setapak yang dilalui menjadi simbol dari usaha dan komitmen dalam hubungan. Puisi ini menggambarkan perjalanan cinta yang penuh makna, menyampaikan pesan tentang pentingnya hubungan dan usaha untuk menjaga keindahan dalam hidup.

Puisi “PANGGUNG” ini mencoba menggambarkan filosofi tentang posisi seseorang di masyarakat, simbolisme panggung, dan efeknya terhadap individu. Ini adalah kritik sosial dari saya terhadap kesombongan dan penyalahgunaan kekuasaan atau pengaruh.