Sekitar pukul 07.30 WIB, Ryan menjmput Paman Gong dan Rudi di Graha Kartika Sriwijaya. Ryan membaa mereka sarpan mie celor di Cempaka. “Wah, mienya raksasa!” Paman Gong kaget melihat ukuran mienya. Apalagi dua telor bebek jadi menu tambahan. Minumannya teh manis dari madu.

Setelah sarapan mie celor, Ryan langsung membawa Paman Gong dan Rudi ke arah jembatan Ampera II. Persis di depan perumahan Citra Land yang mewah, mobil Brio membelok ke kiri. Jalanan mulai bergelombang. Banyak truk besar masu ke sini. Ada banyak tambak di kiri dan pabrik di kanan.

Paman Gong langsung bercengkrama dengan anak-anak, yang sudah tidak sabar menunggu. Paman Gong mengajak mereka bernyanyai: permen loli cari mulut, siapa suka bantu bunda? Anak-anak mengacungkan jari. Paman Gong memanggil dua anak. Terjadilah dialog di antara mereka.


Paman Gong bertanya soal nama, ayah dan ibunya, punya kakak dan adik, nama kakak dan adiknya siapa? Lalu, “Suka bantu bunda apa?” Dua anak itu menjawab, membantu membereskan kamar, ngepel, masak.

“Kalau ngambil uang nggak bilang sama bunda, namanya apa?” tanya Paman Gong.
Anak-anak menjawab, “Mencuriiiii!”
“Boleh, tidak?”
“Tidak boleeeeeh!”


Di akhir acara, pihak sekolah memberi kado foto yang sudah diberi pigura. Arjuna, S. Pd (Kepala sekolah PAUD Ceria)dan Bahrul Arkani Arifin, S. T (Ketua Satu Amal Indonesia) menyerahkan bingkisan itu. Kemudian anak-anak antre dan satu persatu mengambil hadiah di dalam Celemek Ajaib Paman Gong berupa alat-alat tulis, buku, dan permen lolipop. “Semuanya kebagian. Sabar, ya. Antre. Nggak boleh berebut,” kata Paman Gong.

Anak-anak antre dan dengan teratur berjalan satu-satu, mengambil hadiah dari dalam Celemek Ajaib Paman Gong. Hadiah-hadiah itu dari Sekolah Enuma Indonesia. Ada perasaan berat ketika anak-anak meambaikan tangan, melepas pergi Paman Gong.

“Antar ke sungai Musi, ya,” kata Paman Gong ke Ryan. Sudah pukul 10.00 WIB. Check out pukul 12.00 WIB. Pesawat ke Jakarta pukul 15.00 WIB Masih banyak waktu.

PAUD Ceria sudah jauh. Ryan memacu mobil Brionya ke sungai Musi. Pak Amir – Kabid Perpustakaan Sumatera Selatan, menuju kantor. Hardi – Duta Komunitas Indonesia 2024, ikut bergabung.

Paman Gong ingin sekali berfoto menggunakan selempang Duta Baca Indonesia dengan latar belakang jemnatan Ampera. Dari dulu Paman Gong kagum dengan jembatan Ampera dan sungai Musi. Sriwijaya, Bung Karno, itulah yang tertanam dalam ingatan. Terima kasih Perpusnas RI. Terima kasih Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan.
Ini link videonya:




