Kita tahu, Program pemerintah yang konkret untuk mengatasi hal itu dengan konsep pengembangan wilayah daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Daerah 3T merupakan wilayah Indonesia yang memiliki kondisi geografis, sosial, ekonomi dan budaya yang kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. NTT termasuk daerah 3T.

Untuk kabar baik seperti ini, seniman-seniman di daerah 3T seperti Flores sering terkendala karena minimnya akses untuk pembiayaan. Termasuk seniman di daerah seperti Flores Timur, mereka belum mampu hidup dari kesenian tapi memiliki semangat yang sama dengan seniman didaerah lain yang memiliki akses terhadap pendanaan.

Hal ini juga ditambah dengan minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap kemungkinan seniman dapat berkembang. Sangat disayangkan jika kesempatan baik ini dilewati . Beatrik Pole Aran seorang seniman wanita berbakat berharap akan ada pihak-pihak yang dapat membantu perjalanan untuk mengikuti workshop ini, karena pastinya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan kesenian di Flores Timur yang sedang bertumbuh meski minim dukungan.

Secara geografis memang biaya perjalanan selalu menjadi kendala. Dri Larantuka harus ke Kupang dulu – bisa dengan kapal laut memakan waktu 8 hingga 12 jam. Kemudian Kupang ke Jakarta dengan pesawat terban g. Belum lagi biaya sehari-hari di Jakarta selama workshop.

Hal yang masih sulit dicarikan jalan keluar bagi seniman seniman di Flores Timur untuk dapat berkembang dan bersaing secara kreatif dengan daerah-daerah lain di Indonesia karena persoalan dana tadi.



