Oleh Jordy Alghifari Harris
Pada Agustus 2022, pertama kali aku masuk kuliah di Jogja Academu Film. Aku tidak memiliki teman untuk diajak main setiap harinya. Setelah beberapa minggu kemudian, aku diajak nongkrong oleh Accordion. Dia adalah temanku yang kebetulan satu gelombang pada saat pendaftaraan kampus.


Accor mengajakku untuk main, tapi ia minta ketemuan di warmindo (tempat makan murah di jogja) yang jaraknya deket dari kosnya. Aku menerima tawarannya, dan langsung menuju lokasi kosnya. Cukup jauh dari tempat kos aku tinggal, sekitar 30 menit perjalanan.
Setibanya di sana, aku berkenalan kembali dengan Accordion dan temannya yang bernama Kharis. Setelah berkenalan, kami pesan makan dan mengobrol. Setelah selesai makan, kami lanjut main billiard, karena aku ngerasa sefrekuensi dengan mereka. Setelah itu kami jadi sering main ke mana-mana Aku jadi lebih sering menginap di kos mereka, sesekali aku pulang ke kos untuk mengambil dan mencuci pakaian.


Kami bertiga ke mana-mana selalu bareng. Pagi berangkat ke kampus bareng, menempuh jalanan yang jauh dan banyaknya polisi. Siangnya, setelah beres kuliah, kami tak langsung pulang ke kos, tapi kami jalan-jalan menyusuri jalanan kota yogyakarta. Sore harinya, kami makan di warmindo dekat kos mereka dan dipake untuk istirahat sejenak. Malemnya, kami lanjut jalan-jalan menyusuri jalanan kota lagi. Pokoknya kami kemana-mana dan mengerjakan tugas kuliah di semester 1 dan 2 itu selalu bertiga

Berminggu – minggu bahkan berbulan bulan tidur di kosan mereka. Aku tidak enak sama sekali, karena aku tidak membayar token listrik mereka. Aku memutuskan untuk tidur di kosku sendiri, mereka menolak. Aku tidak tau alasan mereka berdua melarang-larang aku tidur di kosku karena apa. Tapi aku memaksa untuk pulang dulu. Akhirnya aku pulang ke kosku, karena aku butuh ruang privasi sejenak.


Setelah 2 mingguan aku tidur di kosan, mereka kembali mengajakku untuk main ke kosannya. Aku menerima tawarannya. Aku berangkat lagi menuju kosan mereka. Kami tidak memutuskan untuk berkelana, lebih milih istirahat, bercanda di kos. Akhirnya aku tidur berminggu-minggu lagi di kosan mereka.


Pokoknya, mereka berdualah – Accordian dan Kharis – yang mewarnai kehidupan aku di tanah rantau, tanpa mereka mungkin aku tidak akan betah untuk merantau. Terimakasih Accordion dan Kharis. Mereka juga selalu memberiku semangat dan ngingetin jika aku salah.
*) Jordy Alghifari Harris, mahasiswa Jogja Academy Film, 28 Februari 2024



