“Ardi, lu besok mau puasa?” tanya Ilham, teman satu kamar di asrama kampus.
“Puasa. Nanti sahur bareng, oke,” Kata Ardi, mukanya penuh semangat.
“Kalau niatnya dua. Bisa ngga, ya? Gue sambil qodo puasa Ramadhan tahun kemarin,” lanjut Ardi.
“Gak bisa. Puasa Ramadhan kan wajib, sedangkan Rajab itu sunnah. Dahulu kan puasa wajib. Bayar qodo baru ambil sunnah!” tegas Ilham, yang merupakan lulusan pesantren.

“Lah, iya tah? Tapi kan lagi bulan Rajab. Berarti bisa dong dua-duanya. Qodo diambil, sunnah diambil.” Ardi tetap ngotot dengan argumentasinya.
“Kaga bisa. Lu dapet ilmu dari mana itu?” Ilham tidak terima, matanya melotot tajam ke Ardi.
Malam itu, keduanya tenggelam dalam debat yang panjang. Kamar menjadi ramai dengan ocehan yang tak berujung. Tak terasa, keduanya debat hingga pukul dua dini hari. Namun, esoknya tidak ada yang puasa.



