“Tarik nafas, hembuskan, ayo Yan kamu pasti bisa,” seru Wak Siti disebelah nya memberi semangat. Sementara warga tak henti mengoceh, berspekulasi sendiri, bagaimana tidak, Yanti yang seorang janda tiba-tiba saja melahirkan pagi ini. Selama 9 bulan tidak ada yang tahu dia hamil. Siapa Bapaknya? Itu anak siapa?
“Pantas saja kemaren itu saya lihat dia sering banget pakai sweater, kirain lagi meriang ternyata buat menyembunyikan bayinya,” ujar Bu RT sinis.
“Tapi ya Bu, perempuan yang hamil diluar nikah itu rata-rata memang perutnya gak mblendung, makanya gak ketahuan, kan?” tambah Bu Asri yang dibalas dengan anggukan para ibu-ibu didekatnya.

Lima Belas menit sudah berlalu tapi belum juga terdengar suara tangisan bayi dari dalam rumah itu. Warga yang berkerumunan bukannya berkurang malah semakin ramai saja bahkan ada yang dari komplek sebelah. Kira-kira itu anaknya siapa? Apa si Yanti punya pacar? Atau punya suami lagi? Siapa Ayah anak itu? Semua orang bertanya-tanya siapa gerangan pria yang sudah menghamili Janda muda tersebut.
“Ayo, Yan, dorong! Itu kepalanya sudah kelihatan, tarik nafas lalu hembuskan yang kuat.” Wak Siti sudah ancang-ancang menyambut si bayi sambil mengembangkan tangannya dibawah lutut Yanti.
Wajah Yanti mengkilap karena keringat yang bercucuran, tapi ia tak menyerah, dengan sekuat tenaga ia menarik nafas dan menghembuskannya sambil berteriak sekencang-kencangnya, “Aaaaah!”
“Oek … Oek!” seketika tangisan bayi menggema diruangan 4×6 meter itu, memecah keriuhan yang sedari tadi tak henti.

Suasana mendadak jadi hening. “Alhamdulillah Yan, anakmu sudah lahir, laki- laki Yan!” seru Wak Siti berteriak girang sambil memamerkan bayi merah berdarah di kedua tangannya. Ibu-ibu yang berada di bibir pintu merengsek masuk mau melihat rupa si bayi.
“Alamak! wajahnya mirip sekali dengan Pak RT,” tiba-tiba Sri si Tukang Sayur berseru sambil menunjuk Pak RT. Semua orang langsung menoleh ke arah Pak RT, Pak RT seketika pucat pasi dan wajah Bu RT merah padam. Sri tersenyum puas di kasur yang masih berlumuran darah. (*)

TENTANG PENULIS: Nursittah Nasution, lahir dan besar di Kampung Kecil Ujung Gading, perbatasan Sumbar-Sumut, 20 Mei 1993. Selain hobi membaca buku, penulis juga memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan. Beberapa kali ikut serta dalam penulisan buku Antologi Bersama #Nulisyuk yang berjudul “Menabung Cinta untuk Orangtua” dan “Supermom”. Sejak tahun 2014 tergabung dalam komunitas FLP (Forum Lingkar Pena). Beberapa kali memangkan lomba menulis yang diadakan secara online. Total 9 Karya penulis dimuat di majalah online Trivia dan Fimela. Penulis dapat di sapa melalui Instagram: Nursittah Nasution dan Email: sittahnasution@gmail.com.



