Sedangkan Nita Nonchi menguraikan, jika tidak bisa membangun Banten dan meningkatkan hal-hal baik yang ada di dalamnya, minimal jangan merusak dari segi apa pun bentuknya. “Hal-hal sepele atau terlihat sedikit dampaknya, namun jika dikerjakan secara berkelanjutan akan besar juga hasilnya,” ujarnya.


Demikian pernyataan dari tiga narasumber di atas, disempurnakan oleh Tias Tatanka dengan memberikan tanggapan, perempuan jika berada di satu titik, contohnya di rumah, harus bisa melakukan segala hal untuk kebutuhan keluarga atau warga sekitarnya. Dengan melakukan kegiatan yang baik, tentu menyebarkan energi positif juga kepada sekitar.

“Perempuan Banten adalah mereka yang tinggal dan menghirup udara di tanah Banten, jadi lakukanlah apa pun yang terbaik untuk tanah ini. Dan untuk pemerintah, tolong apresiasi apa pun yang telah dilakukan oleh perempuan Banten!” tegas Tias di akhir acara.

Acara berlangsung meriah. Forum TBM Provinsi Banten juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendapatkan berbagai pengetahuan dari narasumber selepas diskusi. Sehingga acara tersebut, tidak hanya berhenti dalam satu agenda, namun akan terus berkelanjutan untuk membangun peradaban Banten yang gelimang.



