Saya mengajak Tias meluncur ke Cilgeon saja. Kami akan makan malam dan menonton film. Itu refreshing yang efektif dan efisien, karena keesokan harinya dan seterusnya sudah disusun agenda kampanye berikutnya.

Saat makan malam, kami bertemu dengan teman lama – Ashok Kumar. Dia sekarang Ketua PHRI Banten. Kami membicarakan Hibah Buku Nusantara.”Bisa simpan book drop box di lobi hotel seluruh Banten?” tanyaku.

“Bisa. Nanti kita bikin MOU,” kata Ashok Kumar. Saya ceritakan, bahwa dengan Le Dia Hotel Serang, saya sudah bekerjasama. Semoga terlaksana, Boss!
Setelah makan malm yang “syahdu”, kami memilih menonton. Buset. Selera penonton tidak bergeser dari film setan dan kuburan. Tapi nyempil 2 film diluar genre itu; Petualangan Sherina 2 dan Air Mata di Ujung Sajadah. Film Sherina sudah nonton. Sebetulnya saya ingin menonton film Jomblo Fisabilillah karya Helvy Tiana Rossa – Asma Nadia.
Tadinya saya mau mengajak istri pulang. Tapi saya tertarik ke film kedua. Saya berjalan ke poster film kedua. Kaget juga membacanya: a film by Key Mangunsong. Dia teman baik sewaktu kami bekerja di Indosiar. Hilman, Boim, Gusur, dan Adra juga di Indosiar saat itu.


