Literasi baca-tulis kita, menurut Syarif Bando, sesuai standar UNESCO, idealnya setiap tahun terbit tiga buku untuk setiap orang.

“Bagaimana realitasnya? Hari ini coba kita lihat rasio buku nasional Indonesia. Bayangkan, rata-rata nasional satu buku ditunggu 90 orang. Kalau satu nasi dus ditunggu 90 orang, apakah 89 orang diklaim tidak mau makan, atau tidak dapat makan?” jelasnya dalam gelar wicara dengan tema “Penguatan Sisi Hulu Budaya Baca Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Indonesia” yang diselenggarakan di Grha Sheba Pustaka Dispusda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (1/4/2021).

Halaman: 1 2

