Kekagumanku Kepada Pangeran Diponegoro

Buku-buku tentang Diponegoro mulai dari novel atau biografi berlahiran. Remmy Sylado, Peter Carey, Salim A Fillah, Wardiman Djojonegoro, dan masih banyak lagi. Itulah kekaguman kita tentang sosok pribadi yang kuat menjaga kampung halaman.

Pangeran Diponegoro menentang kebijakan kolonial Belanda yang memasang patok-patok di atas lahan milik Diponegoro di Desa Tegalrejo. Itu adalah mental pejuang yang tidak mau diinjak-injak kampung halamannya.

Apalagi beberapa kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan eksploitasi berlebihan terhadap rakyat dengan pajak tinggi. Perang! Tidak ada lagi satu kata selain: lawan! Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati, sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro semakin muak hingga mencetuskan sikap perlawanan.

Saat ziarah ke makam Pangeran Diponegoro di Makassar, 2023

Saya sendiri baru bisa menulis puisi sebagai kekaguman atas sosok Pangeran Diponegoro. Saya pernah ke makamnya di Astana Sumenep, di luar pagar. Saya memdapat konfirmasi dari keturunanya di Makassar, bahwa makam di Sumenep itu sebagai api penyemangat bagi para prajuritnya yang tinggal di Madura. Makamnya sendiri di Makassar.

Bacalah puisi saya tentang Pangeran Diponegoro ini:

PANGERAN DAN SULTANKU
Puisi Gol A Gong

Di alun-alun Kota Magelang
Kulihat wajah pemberani yang sudah lama
kukenal di perpustakaan tersenyum kepadaku
dia bertanya: ke mana Sultan Banten?

Sore ini ketika senja di balik menara masjid Agung
alun-alun kota Magelang ramai menikmati keberaniannmu
jari telunjukmu itu adalah semangat perlawanan
lantang suaramu: Belanda enyah dari Tegalrejo

Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati
sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati

begitulah aku, tertunduk pada bumi Magelang
Sultan Bantenku pernah ada di perempatan jalan
menunggang kuda dengan gagah berani
menyapa kepadaku setiap lampu menyala merah

Kini Sultan Bantenku tak ada lagi
lenyap ditelan kursi panas politisi
sementara kau, Pangeran Diponegoro
betapa gagah menemani warga di alun-alun kota

*) Magelang, 14 September 2022

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==