Ketika mengkonfirmasinya kepada bapak saya, kebetulan ia juga lama tinggal di Baduy sebelum keluar memeluk agama Islam, ia menjelaskan bahwa hanya hari-hari tertentu saja di laksanakan acara semacam ini di Baduy, dan itu sudah jauh-jauh hari ditentukannya.
“Biasanya untuk peperan atau sunatan di Baduy itu cuma dua hari saja, kebetulan untuk tahun ini dilaksanakan di hari Minggu-Senin tanggal 7-8 Juli,” terang orang yang besar di Baduy namun memutuskan keluar Baduy mengikuti jejak orangtuanya itu.

Bapak juga menjelaskan semua orang yang mempunyai niatan untuk melakukan sunatan untuk anak-anak mereka hanya dibolehkan di waktu itu saja, makanya biasanya mereka mengadakan dengan secara massal atau bersama-sama.
Biasanya perkampungan masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak selalu ramai jika digelar pesta pernikahan dan sunatan anak. Para tamu undangan akan dihibur dengan kesenian khas Baduy yakni “Baksa” dengan menggunakan alat-alat masak yang digunakan untuk menari.
“Ada beberapa macam hiburan, kalau di sini di sebutnya ngelage, biasanya beda-beda peralatan yang di pake setiap kegiatan, kali ini pake alat masak dan beberapa keris atau bedog,” ungkap Ace.

Saat berada di Baduy, saya melihat ada sebuah saung yang disediakan khusus untuk anak-anak yang akan di sunat, orang Baduy menyebutkan Saung Pejengan, dari saung itulah prosesi ada sunat dan peperan dilaksanakan, tetua adat beserta bengkong atau dukun sunat akan memandu berlangsungnya acara itu selama dua hari.
Hari pertama mereka akan didandani oleh seorang ibu yang khusus untuk menangani itu, dan orangnya tidak sembarangan tetap orang tertentu yang dianggap ketua, kebetulan bibi saya yang melakukannya, proses mendandaninya hampir memakan waktu setengah harian, karena jumlah anak yang sunat sekitar 25 anak dalam satu kampung tentu memakan waktu lama jika dilakukan seorang diri.

Sore harinya semua orang menyaksikan hiburan berbentuk tarian yang dinamakan Baksa, setelahnya anak-anak dan semua orang kembali ke rumah masing-masing.
Selanjutnya hari kedua, ada proses sunat yang dilakukan oleh dukun sunat atau akrab dipanggil bengkong, untuk bengkong ini juga di datangkan langsung dari kepung Cibeo, dan memang khusus untuk menangani hal semacam ini. Dilakukan proses sunat yang dilakukan di saung pejengan tersebut sampai ritual dan proses adatnya selesai.
Beberapa hal menarik itulah yang saya dapatkan selama dua hari hadir mengunjungi acara sunatan atau peperan yang dilakukan di Baduy.

Jika kalian ingin lebih tahu keseruan dan keunikannya, boleh banget mampir dan berwisata ke Baduy ya. Oh ia jadi catatan, ketika proses dan ritual adat dilakukan kita tidak boleh memfoto atau membuat video di sana ya. Untuk menghargai budaya mereka dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



