Aku sempat berpikiran seperti itu. Tapi, setelah membaca kisah-kisah didalamnya, membuatku tersadar. Tak salah jika orang-orang menyematkan “ras terkuat dibumi” pada ibu-ibu. Single mother lebih dari itu. Mereka bukan hanya kuat, tapi juga tangguh.
Buku ini dibuka dengan topik, “Ketika harus terbang dengan sebelah sayap”. Dari judul bab ini memberikan makna yang begitu mendalam, terkait perjalanan single mother menghidupi diri dan anak-anaknya tanpa kehadiran pendamping disisinya. Itu tentulah tidak mudah. Menjalani dua peran sekaligus, menjadi ibu dan juga ayah bagi anak-anaknya.

Buku ini dikemas dengan bahasa yang ringan dan tidak menoton, serta cocok dibaca bukan hanya bagi perempuan lajang, menikah, ataupun single mother,tapi juga untuk kaum adam. Menurutku, buku ini sangat edukatif dan memberikan inspirasi dalam tiap sub babnya. Namun, tentu ini bukan buku bacaan pengantar tidur anak-anak yah, Moms…
Ada satu hal yang membuatku terkesan – jika hal ini ku pandang dari sudut seorang anak – dari karya Mbak Sylvia ini. To be biker and braver, itulah judul sub babnya. Dibagian ini membuka pandanganku. Bagaimana perjuangan seorang ibu yang harus melawan rasa takutnya? Bagaimana ia mampu melakukan semuanya sendiri? Tentu saja itu berat, di mana dalam kutipannya,
“Dulu aku tidak bisa apa-apa. Selalu takut. Jangankan membawa motor sendiri, membayar tagihan rekening di PLN saja aku tidak mengerti dan aku tidak mau mencoba karena aku takut salah.” (halaman 73).
Namun, pada akhirnya lingkungan menuntut kita untuk berani. Seperti itu pula yang dirasakan single mother, meminta bantuan orang lain terlalu sering bahkan untuk hal yang sepele, cenderung bergantung kepada orang lain dan lambat laun merasa tidak enak juga. Disaat itulah seorang perempuan rapuh, manja dan serba bergantung dipaksa untuk dewasa dan memerangi rasa takutnya. Sejenak aku berpikir, jika dalam posisi itu, apakah aku sanggup?
Buku ini hadir bukan hanya menceritakan pengalaman single mother dalam menghadapi lika-liku takdir yang menyapa, tapi juga menjadi penguat bagi para single mother untuk tidak bersedih karena ia tak sendiri. Dalam buku ini terdapat penggalan ayat QS. Al-Hadid [57]: 20,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Ayat ini memberi penguat, bahwa kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi single mother hanyalah permainan belaka. Sebagaimana dalam kutipan,
“Dalam bermain kadang kita kalah, kadang pula kita menang. Namun Allah berjanji, setelah kesulitan, pasti ada kemudahan.” (halaman 106).
Dalam buku ini, terdapat 6 kisah lainnya dari para single mother dengan permasalahan yang berbeda dan menjadi versi terbaik mereka untuk berdamai dengan situasi yang tak pernah mereka harapkan. Tidak hanya itu, dalam buku ini juga menceritakan kehidupan anak-anak dari single mother yang harus merasakan kebahagiaan dengan taburan bumbu yang berbeda dari teman-teman sebayanya. Sulit, tapi mereka tangguh dengan itu.


Identitas Buku
Judul Buku : La Tahzan for Single Mother
Penulis : Sylvia L’Namira
Penerbit : PT. Lingkar Pena Kreativa
ISBN : 978-602-8436-40-3
Cetakan : Pertama, Desember 2009
Jumlah Halaman : 204 hlm
Ukuran Buku : 20,5 cm
(*)

TENTANG PENULIS: Nurhidayah, kelahiran 2 Mei 2002. Merupakan seorang Mahasiswi di Universitas Hasanuddin, Fakultas Pertanian. Meskipun berbeda dengan bidang keilmuannya, tetapi ia menyenangi dunia literasi. Menulis menjadi salah satu hobi yang digelutinya hingga saat ini. Ia pernah bergabung dalam komunitas literasi sewaktu masih SMA, yang kemudian membuatnya peka akan kurangnya minat baca masyarakat di negerinya.

RAK BUKU mulai Mei 2024 tayang satu minggu sekali, setiap hari Rabu. Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.



