Tujuan permainan ini adalah untuk melatih kepekaan, juga jiwa empati. Adapun cara bermainnya adalah salah satu dari anggota kelompok memberikan tawaran gerak untuk bisa diikuti oleh anggota di kelompok secara bergantian tanpa perintah lisan.
Anggota kelompok hanya mengikuti gerak karena hal tak bisa diprediksi maka akan sangat mungkin terjadi tabrakan ide antara anggota.


Tinggal bagaimana salah satu mesti boleh mengalah untuk bisa terjadi harmoni dalam kelompok, pada para pelaku teater yang sudah berpengalaman hal ini jadi begitu seru dam menyenangkan.
Lalu setelah bermain Leader Follower peserta dibagi lagi dalam kelompok berbeda untuk bermain cermin atau pelepasan diri.

Permainan ini terdiri dari dua kelompok yang terdiri dari 6 orang atau lebih diperhadapkan lalu satu orang dipilih untuk membuat gerak untuk di tiru kemudian di kembang pada peserta lain dalam kelompok dihadapan seterusnya hingga semua peserta di kelompok terlibat meniru gerak lalu mencipta gerak yang mesti berkesinambungan dengan gerak tiruannya bukan menciptakan gerak baru.

Permainan ini memiliki nilai manfaat untuk melatih fokus dan konsentrasi pemain dan juga berani melepaskan diri dari kebiasaan atau disebut dengan metode pelepasan diri.
Setelah permainan ini peserta berdiskusi sedikit dengan para mentor yakni Bambang Prihadi, Sir Ilham Jambak dan juga Permana.

Setelahnya peserta beristirahat makan siang sekitar satu jam lamanya. Dilanjutkan dengan lingkar cerita, pada momen ini para peserta diminta untuk menceritakan tentang dirinya dan posisi dalam lingkungannya dia tinggal.
Dari sini banyak cerita menarik yang diceritakan peserta. Hal-hal yang sifatnya personal sampai dengan tragedi, juga trauma masa lalu dan kemudian berdamai dengan kehidupan.


Pada akhir sesi lingkar cerita para peserta yang tadi bercerita diminta untuk mengungkapkan apakah ada penyesalan dalam hidup. Beberapa ada yang mengungkapkan penyesalan dan beberapa telah berdamai dengan kehidupan hari ini.




