Lomba Bertutur Kabupaten Magetan: Para Pelajar Kembangkan Kearifan Lokal

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta Lomba Bertutur Tahun 2024 mengalami peningkatan yang menggembirakan. Dari formulir pendaftaran yang masuk, tercatat 50 peserta dari 42 sekolah berpartisipasi, meningkat dari 29 peserta pada tahun sebelumnya. Lomba ini mengangkat tema kearifan lokal Magetan sebagai materi cerita yang dibawakan oleh para peserta.

Salah satu poin menarik dari lomba ini adalah kehadiran juri dari praktisi kesenian dan sastrawan Fileski Walidha Tanjung. Pelaksanaan lomba berlangsung selama 3 hari, dengan 14 peserta tampil pada hari pertama, dan masing-masing 18 peserta pada hari kedua dan ketiga.

Peserta lomba menyajikan beragam cerita, mulai dari legenda Telaga Pasir dan Telaga Wurung, hingga kisah-kisah asal usul desa dan cerita foklor lokal seperti Roti Bolu dan Ayam Panggang Gandu. Fileski, sebagai salah satu juri, menyatakan kebahagiaan atas kegiatan bertutur ini, yang dianggapnya memiliki manfaat besar terutama bagi anak-anak SD sederajat.

“Kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai budaya dan moral, memperkuat identitas budaya, mengembangkan keterampilan berbahasa, meningkatkan kreativitas dan imajinasi, serta membantu anak-anak menjalin hubungan sosial yang baik. Lomba ini juga menjadi wadah untuk mencari nominator terbaik yang akan mewakili Kabupaten Magetan dalam kompetisi serupa di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Dengan demikian, Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Magetan bukan hanya menjadi ajang kompetisi semata, namun juga menjadi upaya nyata dalam membangun budaya dan minat baca di kalangan pelajar sekolah dasar serta mempertahankan tradisi mendongeng yang mulai pudar.” Tutur Fileski. (*/Tim GoKreaf)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==