Mengenal Keragaman Budaya Melalui Pertukaran Mahasiswa di Unpad Bandung

Beruntungnya di tahun 2023, Kemendikbudristek membuka kesempatan kampus vokasi untuk ikut serta dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) batch 3.  “Setelah tahu kalau PMM batch 3 terbuka perdana untuk mahasiswa vokasi, aku seneng banget dan semangat ketika siapin berkas-berkas yang dibutuhkan,” kata mahasiswa kelahiran 2003 ini.  

Menurut Yogi, program PMM ini bisa menjadi “obat penawar” dari mimpinya kuliah di Pulau Jawa yang belum tercapai. “Dengan ikut PMM, minimal bisa ngerasain belajar di kampus impian selama satu semester,” ujarnya.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Yogi mengikuti serangkaian seleksi. Mulai dari seleksi berkas data diri, survei kebhinekaan, dan tes value clarification and attitude transformation (VCAT). Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa bisa memilih beberapa kampus tujuan dengan syarat harus berbeda pulau dengan daerah dan kampus asalnya.

“Unpad jadi pilihan pertamaku, selain karena masuk 10 kampus top di Indonesia, di Unpad juga tersedia program studi yang sama yaitu Bisnis Digital di Fakultas Ekonomi Bisnis,” terangnya.

Adaptasi dan Penyesuaian

Walaupun kuliah di Universitas Padjajaran menjadi impiannya, namun proses adaptasi Yogi tidak mudah. Mahasiswa yang besar di pesisir Kabupaten Bengkalis, Riau ini harus melakukan beberapa adaptasi dan penyesuain selama berada di Bandung dan kuliah di Unpad.

“Karena aku besar di pesisir yang panas, jadi ketika awal-awal sampe Bandung itu kedinginan banget, harus pake pakaian yang panjang untuk adaptasi sama suhu di Bandung,” kata mahasiswa yang saat ini menempuh semester 6 itu.

Selain perbedaan suhu, Yogi juga bercerita soal perbedaan metode pembelajaran antara kampus vokasi dan akademik. Menurutnya, belajar di kampus vokasi lebih banyak praktikum, sementara di kampus akademik lebih banyak teori dan tugas project berkelompok. 

“Beberapa perangkat dan fasilitas pembelajaran di kampus ku juga masih ketinggalan, begitu juga di kampus teman-teman PMM lainnya. Aku ngerasain banget ada kesenjangan pendidikan dari segi fasilitas dan kualitas antara pendidikan di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Jadi ya emang bener-bener harus menyesuaikan,” ujar pria kelahiran Sei Daun itu.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==