Jujur pingin nangis.
Ya, hujan salju.
Ingat Bapak. Saat hujan deras,
Bapak nyuruh saya hujan-hujanan.
Kata Bapak, “Bapak nggak bisa bikin hujan.
Ini karunia Allah. Jangan sia-siakan.”
Ketika putri Sulung kami menikmati salju di China, kami bersujud syukur di Kampung Ciloang, Kota Serang. Aku sudah berjanji, sebelum menikmati salju harus mencium Ka’bah dulu. Alhamdulillah, semua dimudahkan Allah SWT.

Aku bersama Jordy-Natasha merayakan hujan salju di Beijing, 16-20 Januari 2026. Kami seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Terus di Urumqy, Almaty Kazakhstan dan kini di Shymkent.
Pasti bagi banyak orang, hujan salju sudah biasa. Tapi bagiku ini luar biasa. Aku seperti melihat wajah Bapak-Emak sedang tersenyum melihat aku menari-nari menikmati hujan yang bukan air, tapi salju.

Jujur saja, di usia 63 tahun, dengan segala keterbatasan, perjuangan, dan tentu rezeki-Nya serta waktu, akhirnya aku diberikan kesempatan menikmati hujan salju.
6 Februari i 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



