Diskusi tersebut diprakarsai atas kekhawatiran yang dirasakan oleh para kader dan anggota PMII UPG untuk lebih mendekatkan diri dengan calon pemimpin serta memahami secara mendalam gagasan dan visi misi yang mereka usung. Ketua Komisariat PMII UPG menekankan pentingnya menjadikan Konfercab kali ini sebagai ajang untuk berkompetisi dalam bidang gagasan dan ide yang relevan dengan kebutuhan PMII UPG dan Kota Serang.

Salah satu poin utama dalam diskusi adalah presentasi program-program unggulan dari masing-masing calon. Calon nomor urut satu, Rohati, berfokus pada optimalisasi kaderisasi dan pelatihan soft skill serta hard skill bagi para kader. Sementara itu, calon nomor urut dua, Muhamad Yasin Fadili, mengusulkan sistem kaderisasi berbasis zonasi untuk mempermudah rekrutmen, terutama di kampus-kampus umum yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan jumlah anggota.

Di sisi calon Ketua Cabang Kopri, calon nomor urut pertama, Yisma Soleha, menyoroti program unggulannya yang terfokus pada pembangunan nasional berdasarkan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGS), dengan penekanan pada poin ke-5, yaitu kesetaraan gender. Sementara itu, calon nomor urut dua, Ayu Lestari, berkomitmen untuk melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan mempercepat kaderisasi formal di kopri Kota Serang.

Diskusi tersebut ditutup dengan komitmen saling membangun antara PMII Universitas Primagraha dengan para calon ketua cabang dan kopri. Beberapa poin penting yang disepakati antara lain fokus pada pengembangan potensi soft skill dan hard skill kader, pengawalan terhadap isu-isu kerakyatan, modulasi kaderisasi yang efektif, serta menegaskan bahwa kaderisasi tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat politik. Metode kepemimpinan yang ramah juga dijunjung tinggi untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan cabang PMII Kota Serang.



