Keduanya bertemu dan membicarakan hal tersebut pada Selasa (16/1) di ruang Kepala Sekolah SMAN 3 Sumbar. Gagasan untuk menciptakan identitas khas SMAN 3 Sumbar ini telah 3 tahun terakhir dipikirkan. Ungkap Arbi, “Ini bentuk respon kami a sebagai bagian dari masyarakat yang berada di sekitar sekolah.”

Sekolah Hebat jo Buku merupakan sebuah konsep yang menempatkan aktivitas perbukuan sebagai sesuatu yang menyatu dalam segala agenda keseharian sekolah sekaligus sebagai indentitas sekolah.
Bentuk aktivitasnya seperti bedah, bincang dan diskusi buku. Juga pelatihan, seminar, festival perbukuan, resensi buku, pameran, bazaar buku murah, berbagi buku, sekolah kaya buku, wisata buku, dan berhias dengan buku.

“Bagi saya, ini merupakan solusi terbaik untuk menjawab kebuntuan rumusan identitas khas SMAN 3 Sumbar. Tentunya, saat orang menyebut aktivitas perbukuan dan sekolah, alam bawah sadar mereka akan langsung terhubung dengan SMAN 3 Sumbar,” begitu penjelasan Firdaus.
Menyambut hal itu, SMAN 3 Sumbar akan menggelar “NgeDate Jo Buku”. Acara yang disebut sebagai langkah awal atau pemanasan sebelum launching resmi Sekolah Hebat Jo Buku. Kegiatan “NgeDate Jo Buku” adalah sejenis bincang buku.

Sekelompok siswa yang tergabung dalam ekskul ‘NgeDate Jo Buku’ akan ngobrol santai tentang satu buku. Ada host, ada teman buku (semacam pembicara). Sebagai edisi perdana, NgeDate Jo Buku akan dihelat pada Sabtu, 20 Januari 2024, pukul 14.30 Wib di SMAN 3 Sumbar.
Buku yang akan dibicarakan, yaitu buku yang sedang ‘on’ jadi bacaan remaja saat ini, yaitu buku Sabar Paling Dalam karya Fajar Sulaiman. Acara ini diikuti masyarakat luas melalui siaran langsung Instagram: @ngedatejobuku.smantrias (*)


