Persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H ini dilakukan pada malam hari, selain mengisi waktu luang kami juga dapat mengambil pelajaran dari masyarakat Cibunyuh tentang cara membuat bunga telur maulid. Di dalam bunga telur itu terdapat satu buah telur yang ditusuk, kemudian telur itu dilapisi lem dari bahan aci, kertas krep, lalu diukir supaya menjadi bentuk bunga yang bermacam-macam, ada yang bentuknya seperti bunga matahari, bunga tulip, dan bunga mawar.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H adalah salah satu peringatan besar umat Islam di Indonesia. Hampir diseluruh daerah di Indonesia merayakan dan menjalankan tradisi maulid nabi ini secara turun temurun. Kegiatannya terdiri dari bermacam kegiatan, mulai dari bersih masjid, sholawatan, pengajian, makan bersama, santunan fakir miskin, pemberian berkat dan arak arakan Panjang Mulud.
Panjang Mulud adalah sebuah bentuk atau wadah dalam berbagai bentuk mulai dari kapal, pesawat, mobil, perahu, masjid, rumah atau yang lainnya yang di dekorasi, dipercantik, diperindah dan diisi beragam jenis makanan, alat perabotan rumah tangga, baju atau kain lainnya hingga uang. Nantinya diarak dan dibagikan kepada masyarakat.

Proses Pelaksanaan “Panjang Mulud” biasanya diawali dengan musyawarah pembentukan panitia “Panjang Mulud”, acara “ngeriung” atau acara makan bersama, acara ceramah, dan esok harinya pelaksanaan “ngarak” atau pawai “Panjang Mulud”. Arak-arakan “Panjang Mulud” biasanya diawali dengan acara “hadhoroh” atau doa bersama, “ngarak” dengan di iringi kesenian“Terebang Gede” yang dialunkan seiring bacaan shalawat dan dzikir yang dibacakan sepanjang jalan.
Dalam acara “Panjang Mulud” ini selain sarat akan nilai-nilai moril dan rohaniah, juga sarat akan nilai-nilai budaya luhur dimana kegiatan ini dianggap sebagaibentukrasa cinta tanah air atas kelestarian budaya yang diwarisi dari generasi ke generasi.


