Ini kunjungan saya yang keempat. Pertama bersama Suparman Akai (2012), kedua bersama keluarga, ketiga saat ulang tahun Bangka Selatan, keempat Safari Literasi ini. Sangat menggembirakan melihat perkembangan literasi di Toboali. Apalagi ketika Edi Wiyono – Pemred Perpusnas Press, menempatkan Inkubator Pustakawan Literasi Nasional di sini. Semakin bermunculan para penulis dari Toboali. Rusmin kini tidak sendirian lagi.



Pada kunjungan keempat ini, saya berkenalan dengan Toni Pratama. Dia penulis berbakat. Bukunya sudah 2. Pertama tentang folklore Bangka Selatan. Buku terbarunya berhasil menembus batas Bangka Belitung, yaitu novel tentang 4 sahbat yang diramal bahwa cinta mereka ada di dalam tudung saji. Novelnya sudah diterbitkan oleh BIP – Bhuana Ilmu Populer Gramedia. Ini link videonya:
Selama ini kita mengenal Andrea Hirata dari Belitung. Kita juga mengenal Sunlie Thomas Alexander dari Belinyu. Sekarang Toboali di Bangka Selatan tumbuh jadi pusat gerakan literasi di Bangka Belitung. Komunitas literasinya tumbuh pesat dan guyub. Para penulisnya bertahan dan saling dukung. Rusmin mengangkat tangannya yang terkepal, “Para Penulis Toboali Siap Mengguncang Indonesia!”




Kini Toni Pratama, mulai merintis dengan novel perdananya yang berjudul “Cinta di Bawah Tudung Saji” yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer Gramedia. Semoga langkah awal ini jadi pintu gerbang positif, sehingga semakin banyak penulis dari Toboali dan Bangka Belitung yang menembus batas.



