Dalam pelatihan ini, Gol A Gong menekankan bahwa menulis catatan perjalanan bukan sekadar menyampaikan informasi layaknya berita, tetapi lebih mirip dengan menulis cerita fiksi yang berbasis fakta dan termasuk dalam kategori feature.
“Menulis catatan perjalanan bukan seperti menulis berita, melainkan seperti menulis cerita fiksi, namun catatan perjalanan ini adalah fakta, termasuk ke dalam feature,” kata Gol A Gong.

Travel writing, menurut Gol A Gong, dapat menjadi sarana promosi efektif bagi sebuah destinasi. Ia menekankan pentingnya menulis tentang berbagai aspek tempat yang dikunjungi, seperti kondisi tempatnya, akses menuju lokasi, kuliner setempat, dan sejarahnya.
“Kalau jalan-jalan, tulis bagaimana tempatnya, bagaimana akses ke sana, bagaimana kulinernya, dan bagaimana sejarahnya,” tambahnya. Gol A Gong juga berbagi tips dan teknik penulisan yang dapat membuat tulisan perjalanan menjadi lebih hidup dan menarik bagi pembaca.

Pelatihan berjalan sangat seru dan atraktif, terutama saat sesi tanya jawab di akhir acara. Para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman, menambah dinamika pelatihan yang berlangsung hingga selesai.
Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis mereka, khususnya dalam travel writing.


